SURABAYA-KEMPALAN: Kota Malang dan Kota Probolinggo masing-masing menyabet 1 medali emas Porprov Jatim VII Tahun 2022 cabor Bridge. Keberhasilan ini dipastikan setelah meraih Victory Point (VP) tertinggi pada putaran final yang berlangsung di Gedung BKD Lumajang. Pada putaran final Senin, 27 Juni 2022 kemarin regu putra Kota Malang mengungguli 5 finalis lain yaitu Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Jember. Sedangkan, regu putri Kota Probolinggo mengungguli Kabupaten Pasuruan, Kota Kediri, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Malang.

Cabor Bridge pada Porprov Jatim 2022 ini berlangsung dari tanggal 26 Juni sampai 1 Juli 2022. Menurut Suharto, Technical Delegate Cabor Bridge, ada 8 nomor yang dipertandingkan, yaitu Beregu Putra, Beregu Putri, Beregu Campuran, Pasangan Putra, Pasangan Putri, Pasangan Campuran, Pasangan Swiss Open, dan Pasangan Swiss Putri.
“Dibandingkan Porprov 2019 lalu ada tambahan 2 nomor, yaitu Pasangan Swiss Open dan Pasangan Swiss Putri. Harapannya adalah peluang masing-masing kabupaten/kota untuk meraih medali menjadi lebih besar. Kami berharap sebaran medali lebih merata. Banyak daerah yang mendapat medali.”, kata Suharto.

Harapan tersebut mulai terbukti. Dari 2 nomor yang sudah diselesaikan ada 7 kabupaten/ kota yang meraih medali. Selain Kota Malang dan Kota Probolinggo yang masing-masing meraih 1 medali emas, Kabupaten Pasuruan berhasil menyabet 2 medali perak. Sedangkan medali perunggu nomor beregu putra diraih oleh Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Gresik. Sedangkan medali perunggu nomor beregu putri diraih Kota Kediri dan Kabupaten Pacitan.
Pelatih Kota Malang Ahmad Masyhuri mengatakan bahwa keberhasilan Kota Malang meraih medali emas cabor bridge beregu putra ini merupakan buah dari kerja keras para atlet serta hasil pembinaan yang selama ini dilakukan oleh Gabsi Kota Malang. “Mereka benar-benar berjuang pada babak final ini. Pada babak penyisihan terlihat mereka kurang panas, belum fokus. Tapi, pada babak final mereka tampil luar biasa. terlihat dari Victory Point atau VP yang mereka raih. Jarak dengan peringkat ke 2 sangat besar. Sebelum sesi terakhir atau sesi 5 kemarin, Kota Malang sudah memastikan meraih medali emas”, kata Ahmad Masyhuri.

Regu bridge putra Kota Malang diperkuat oleh Khansa Satria Ramadhan, Khelvin Syauqi Endyananta, Mochammad Rizki Hanafiansyah, Muhammad Bisma Veda. Ahmad Masyhuri mengatakan bahwa atlet-atlet bridge Kota Malang berlatih rutin 5 kali dalam sepekan beberapa bulan menjelang berlangsungnya Porprov Jatim ini. “Meskipun latihan persiapan Porprov, mereka tidak boleh mengabaikan sekolah dan kuliahnya. Ada 2 atlet putra Kota Malang adalah mahasiswa, sedangkan 1 baru lulus SMA, dan 1 lagi merupakan pelajar SMA. Para atlet ini harus ingat bahwa dukungan sekolah terhadap karir bridge mereka sangat besar. Semua 4 atlet ini dahulu diterima di SMAN 10 Malang melalui jalur prestasi olah raga bridge. Selama mereka berlatih dan aktif mengikuti turnamen bridge, dukungan pihak sekolah cukup besar.”, tambah Ahmad Masyhuri.
Pada nomor beregu putri, Kota Probolinggo menyabet medali emas. Menurut Yekti Rahayuning Gusti, pelatih bridge putri Kota Probolinggo, raihan medali emas merupakan yang pertama bagi cabor bridge Kota Probolinggo sepanjang keikutsertaan dalam Poprov Jatim selama ini. Regu Putri Kota Probolinggo terdiri dari Annisa Ayu Puspitasari, Chelsea Reva Aurelia Oldi, Nurul Lathiifa, Laily Ratu Dwi Kurnia (lulus SMK), Tsalitsa Rizqi Salsabilla, dan Cantika Cahyaning Arifin.
“Keberhasilan ini sungguh membanggakan dan mengharukan. Pada putaran final kemarin para atlet berjuang habis-habisan. Mereka unggul cukup jauh dari lawan-lawannya setelah 4 sesi berlangsung. Namun, mereka bermain kurang bagus pada sesi 5 atau sesi terakhir melawan Kota Kediri yang disiarkan online melalui internet. Kami, para ofisial, memantau langsung melalui ponsel masing-masing. Mendebarkan, karena permainan anak-anak tidak seperti biasa.”, ujar Yekti Rahayuning Gusti.
Hasil akhir pertandingan yang disiarkan langsung melalui internet tersebut menunjukkan bahwa Kota Probolinggo berhasil meraih medali emas beregu putri. Tidak ayal lagi langsung meledak tangis haru para atlet putri dan ofisial Kota Probolinggo menyambut keberhasilan ini.
“Iya, betul-betul rasa yang luar biasa. Sangat bersyukur dan bahagia. Saya sebagai asisten pelatih sebenarnya tidak menyangka. Di awal tahap penyisihan ada beberapa masalah, mulai dari atlet yang masih grogi dan sebagainya. Tapi di babak terakhir penyisihan baru mereka bisa bangkit dan di malam sebelum final, mereka mulai merefresh semuanya dan saling support dari tiap tim. Alhamdulillahnya pada babak final semua terbayarkan. Mereka mampu mempersembahkan medali emas”, kata Yekti Rahayuning Gusti.
Pertandingan-pertandingan cabor bridge Porprov Jatim disiarkan secara online. Salah satunya adalah melalui aplikasi Bridge Base Online atau BBO. Selain itu, panitia juga menggunakan aplikasi Bridge Pocket yang merupakan aplikasi untuk mengelola turnamen atau kejuaraan bridge. Aplikasi Bridge Pocket adalah karya dari Abdurrahman Faiz, atlet bridge Kota Pasuruan yang juga menekuni dunia teknologi informasi. (*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi