KEMPALAN: MAHKAMAH Konstitusi (MK) menolak gugatan penghapusan presidential threshold (PT) dari 20 persen menjadi nol persen. Para penggugat, antara lain Yusril Ihza Mahendra (YIM) dan La Nyalla Mattalitti (LNM) mengaku kecewa. YIM menyatakan MK sudah menjadi benteng penjaga kepentingan oligarki. LNM menyatakan tidak akan berhenti berjuang menghapuskan PT sampai menjadi nol persen.
LNM, ketua DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI dikenal punya nyali besar. Di Jawa Timur, daerah asalnya, LNM menjadi ketua organisasi Pemuda Pancasila dan pernah dua kali menjadi ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Jatim. LNM dikenal punya keberanian dan kemampuan mengorganisasikan massa.
LNM yang sekarang sedang melaksanakan ibadah haji mengatakan akan memimpin gerakan untuk mengembalikan mandat konstitusional rakyat. Dia belum menjelaskan secara detail bentuk gerakannya. Tetapi, mereka yang mengenal LNM tahu bahwa pernyataan ini bukan gertak sambal sekadar untuk pedas-pedasan saja. LNM akan membutikan janjinya untuk memimpin gerakan.
LNM pernah dekat dengan Prabowo Subianto pada pilpres 2014 dan berseberangan dengan Jokowi dan menyerang Jokowi dengan tudingan PKI. Tapi pada pilpres 2019 LNM merapat ke kubu Jokowi dan mengakui secara terbuka bahwa dia ikut melalukan kampanye tuduhan PKI terhadap Jokowi.
BACA JUGA: MyPertamina
LNM kemudian terpilih sebagai anggota DPD dari Jawa Timur dan kemudian berhasil melakukan konsolidasi untuk menjadi ketua DPD. Setelah itu LNM seperti mengalami transformasi dan menjadi suara paling vokal dalam berbagai isu politik.
Transformasi ini memunculkan banyak komentar dari sekalangan publik yang dengan sarkastis mempertanyakan kemana saja LNM selama ini. LNM kemudian membuat perenyataan panjang menjawab pertanyaan itu. Menurut LNM, sebagai senator dia harus independen dan tidak partisan dalam meperjuangkan kepentingan rakyat.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi