JAKARTA–KEMPALAN: Diva Amalia Putri (20) penerima manfaat Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) merasa sangat terbantu dengan kehadiran KJMU untuk melanjutkan pendidikan di jenjang strata 1 (S1). Dara belia yang kini duduk di semester lima tercatat sebagai mahasiswi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) program studi Manajamen Pendidikan.
Selama kurang lebih dua tahun, Diva tidak kesulitan saat membayar uang semester sebesar Rp4,7 juta. Berkat KJMU itu Diva dapat menjalankan studi dengan baik dan dapat membantu kondisi ekonomi keluarganya.
“Saya sudah menerima KJMU dari 2020 sejak awal masuk kuliah tahap kedua. Alhamdulillah dari KJMU ini kan dapat Rp9 juta,” kata Diva, Selasa 20 September 2022.
Dari dana Rp9 juta yang diperoleh dan dibayarkan uang semester sebesar Rp 4,7 juta, Diva pun dapat memenuhi kebutuhan lainnya untuk menunjang studi S1 di UNJ. Sisa uang KJMU itu dipakai untuk membeli laptop dan buku mata kuliah yang diambilnya dalam satu semester.
“Alhamdulillah benar-benar terbantu banget dengan adanya KJMU ini, karena sisa uang setelah dibayarkan UKT per semester ini, saya bisa beli alat penunjang kuliah seperti laptop dan buku,” ungkapnya.
Selain dapat memenuhi kebutuhan penunjang kuliah, lanjut dia, sisa uang KJMU juga sangat membantu keseharian saat menjalani aktivitas kuliah di kampus. Seperti dapat digunakan untuk kegiatan organisasi dan kebutuhan transportasi.
“Sisanya juga saya gunakan untuk pergi ke kampus terus membeli bahan makanan bergizi. Saya sangat terbantu sekali dengan adanya KJMU,” ujarnya.
Baginya, manfaat KJMU yang luar biasa dapat membuatnya fokus untuk menyelesaikan studi S1 tanpa harus terganggu untuk membayar UKT yang dinilai cukup besar bagi kondisi ekonomi keluarganya. Untuk itu, Diva bertekad akan menamatkan program studi Manajamen Pendidikan dengan hasil yang memuaskan.
“Saya terus termotivasi untuk mendapatkan nilai terbaik setiap semester. Jangan sampai IP saya di bawah 3 karena malu juga kita dapat KJMU tapi kesannya malah leha-leha,” ujarnya.
Diva menuturkan, penyelenggaraan KJMU ini meringankan beban orang tua. Pasalnya, biaya UKT per semester sebesar Rp4,7 juta lumayan besar. Sejak menerima KJMU pada 2020 lalu, uang KJMU yang diperoleh tak serta merta dihabiskan begitu saja. Uang tersebut setelah digunakan untuk memenuhi kebutuhan sisanya pun tak lupa ia tabung.
“Biaya kuliah selama per semester alhamdulillah kan ditangguhkan karena menerima KJMU, kalau tidak menerima KJMU sangat membebankan orang tua saya. Selain itu juga sisa uang dari KJMU itu saya tabung enggak dihamburin begitu aja,” pungkasnya. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi