Tudingan itu termuat dalam Laporan Praktik Hak Azasi Manusia di berbagai negara, termasuk Indonesia yang dirilis Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Laporan itu menyebut aplikasi Peduli Lindungi berupaya melacak penyebaran virus dengan mewajibkan orang yang memasuki ruang publik untuk melakukan registrasi menggunakan aplikasi.
Aplikasi itu menyimpan informasi tentang status vaksinasi . Laporan itu menyebut organisasi masyarakat sipil mengkhawatirkan tentang privasi data penduduk dan menyatakan keprihatinan tentang informasi apa yang dikumpulkan oleh aplikasi dan bagaimana data ini disimpan dan digunakan oleh pemerintah.
BACA JUGA: Israel dan Piala Dunia
Aplikasi MyPertamina berbeda dengan Peduli Lindungi, tetapi keduanya sama-sama melibatkan aktivitas penambangan data, data mining, yang berpotensi melanggar privasi masyarakat. Data-data pengeluaran bulanan yang bisa dilacak dari aplikasi MyPertamina akan menjadi data penting yang bisa diperjual-belikan dengan harga sangat mahal.
Big Brother sekarang ada di mana-mana mengawasi hidup kita. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi