Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 02:44 WIB
Surabaya
--°C

Naik 47,3 Persen, Pendapatan Negara Bulan Mei Tembus Rp1.070 Triliun Alias Surplus Rp132,2 Triliun

JAKARTA-KEMPALAN: Kementerian Keuangan RI mencatat Anggaran Pendapatan Belanja Pemerintah (APBN) mencapai total keseimbangan hingga akhir Mei surplus sebesar Rp132,2 triliun, dibandingkan tahun lalu yang defisit sebesar Rp219,2 triliun.

Surplus APBN ini didorong oleh pendapatan negara yang tumbuh hampir sebesar 50 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang tingkat belanja masyarakat menurun.

“Total keseimbangan APBN kita hingga akhir Mei surplus Rp 132,2 triliun, dibandingkan Mei 2021 yang defisit Rp 219,2 triliun. Ini merupakan pembalikan yang luar biasa dari kondisi fiskal kita,” ujar Sri Mulyani.

Surplus APBN setara dengan 0,74 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dengan kinerja yang positif tersebut, Sri Mulyani memperkirakan defisit APBN hingga akhir 2022 bisa ditekan lebih rendah dari target sebesar 4,85 persen dari PDB atau setara Rp868 triliun.

Keseimbangan primer di sisi lain juga surplus sebesar Rp298,9 triliun. Realisasi tersebut juga merupakan pembalikan yang defisit pada tahun lalu sebesar Rp67,4 triliun.

Surplus APBN hingga bulan Juni tahun ini ditopang oleh pendapatan negara yang tumbuh sebesar 47,3 persen menjadi Rp1.070,4 triliun jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun lalu. Pertumbuhan ini lebih unggul dibandingkan bulan April mencapai 45,9 persen.

Hingga akhir Mei pendapatan negara mencapai 58 persen dari target APBN yang telah ditentukan tahun ini. Semua sumber pendapatan negara tumbuh sebesar dua digit, khususnya pendapatan dari perpajakan.

Tahun ini penerimaan pajak telah mencapai 55,8 persen dari target atau setara Rp705,8 triliun. Dibandingkan tahun lalu realisasi ini naik sebesar 53,6 persen.

Setara dengan 57,3 persen dari target, penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh sebesar 41,3 persen menjadi Rp140,3 triliun. Sedangkan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tumbuh sebesar 33,7 persen atau 66,8 persen dari target setara dengan Rp224,1 triliun.

“Dari sisi pendapatan memang kita akan mengalami upside yang cukup signifikan, ini yang juga sudah kami sampaikan di DPR bahwa kemungkinan penerimaan kita Rp420 triliun lebih tinggi dari yang ada di APBN,” ungkap Sri Mulyani.

Surplus pada APBN berarti pendapatan negara lebih besar dari pengeluaran pemerintah. Belanja negara tumbuh 0,8 persen dan mencapai 34,6 persen dari target APBN sebesar Rp938,2 triliun.

“Pajak tahun lalu sudah tumbuh 3,4%, sekarang tumbuhnya 53,6%. Bea cukai tahun lalu sudah tumbuh 21,6%, tahun ini masih tumbuh lagi 41,3%. PNBP kita tahun lalu juga sudah tumbuh 22,4%, sekarang tumbuh 33,7%. Jadi dari sisi penerimaan memang kita mengalami upside yang cukup signifikan,” papar Sri Mulyani.

Namun, Sri Mulyani mengatakan bahwa belanja negara pada tahun ini belum menggambarkan tambahan subsidi dan kompensasi yang diperkirakan mencapai Rp380 triliun.

“Jadi nanti postur kita, pendapatan naik Rp420 triliun, belanja juga akan naik sekitar Rp 400 triliun. Saya harap situasi yang baik masih kita jaga walaupun kondisi global sangat dinamis,” ucapnya. (Katadata/Detik/Kompas, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.