Kombes Budhi: “Tersangka LL punya salon kecantikan. Di salon ini sering melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu (suntik filler). LL akrab dengan korban, terbukti dari CCTV, LL menjemput korban di lobby apartemen.” Itulah saat terakhir hidup I.
Dikutip dari situs US Food and Drug Administration (FDA), suntik silikon tidak disetujui FDA untuk prosedur estetika. Terutama penambahan tubuh: Payudara dan bokong.
Silikon yang diizinkan, bukan pengisi dermal (tambah daging, berbahan lemak). Yang diizinkan pengisi kulit. Misalnya, bentuk bibir, garis pipi, membentuk garis rahang. Itu pun harus dilakukan dokter ahli bedah plastik.
FDA: “Jangan pernah suntik silikon pengisi dermal. Karena bisa cacat permanen, bahkan kematian.”
Suntikan silikon adalah memindahkan lemak dari bagian tubuh tertentu (kebanyakan dari perut) ke bagian tubuh yang dikehendaki (biasanya bokong atau payudara). Biar kelihatan sintal.
FDA: Itu menyebabkan nyeri jangka panjang, infeksi, dan cedera serius. Yakni, jaringan parut dan cacat permanen. Paling parah, emboli (penyumbatan pembuluh darah), stroke, dan kematian.
Profesor James D. Frame, profesor bwdah plastik kenamaan dunia dari Anglia Ruskin University, London, Inggris, mengatakan, BBL banyak membunuh wanita yang ingin tampil cantik. Padahal, cantik itu relatif.
Prof Frame sehari-hari berpraktik, memimpih tim bedah plastik di Rumah Sakit Springfield, Chelmsford. Inggris. Ia dalam wawancara dengan CNN, 29 Agustus 2018, bertajuk “Why Butt Lifts Can be so Dangerous?”, menjelaskan proses BBL. Begini:

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi