Senin, 29 Juni 2026, pukul : 15:39 WIB
Surabaya
--°C

Wanita Berani Mati Asal Punya Bokong Gede

Pengalaman Smith tidak begitu. Dokter laungsung tancap gas, operasi.

Smith bangun, setelah lima jam proses operasi. “Ketika saya bangun, saya berbaring di pantat saya,” katanya. Maksudnya, telentang.

“Jelas, Anda tidak dimaksudkan untuk berbaring di pantat, ketika Anda baru saja menjalani operasi BBL. Anda seharusnya tidur di depan Anda.” Maksudnya, telungkup.

“Rasa sakitnya 1.000 kali lebih buruk daripada melahirkan, yang tanpa pereda nyeri. Itu tak tertahankan,” kenangnya. “Saya benar-benar berpikir saya sedang sekarat.”

Smith lalu minta cermin, untuk melihat bokongnya. Dia terkejut, bokongnya merah membara. Dia menahan sekuat tenaga agar tidak histeris. Menahan sakit begitu rupa.

Namun, tak tertahankan juga. “Ketika mereka melepaskan pakaian saya, saya berteriak dan menangis karena saya sangat kesakitan,” kata Smith. “Punggung saya tampak seperti saya menjalani cangkok kulit. Itu merah mentah.”

BACA JUGA  Di Antara Kecurigaan dan Kolaborasi Global: Membaca Perdebatan Agus M. Maksum dan Ady Amar dalam Perspektif Masyarakat Dunia

Smith buru-buru dipindahkan ke vila pemulihan pasca-operasi di dekat klinik. Sampai di sana dia terkejut. Di sana tak ada dokter. Hanya ada seorang admin pria yang tidak mengerti medis.

Esoknya, dengan tertaih dia naik taksi, kembali ke klinik. “Saya menanyai mereka tentang mengapa ada memar di bawah dada. Mereka menjawab, pada dasarnya itulah sedot lemak,” kata Smith.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.