OM PSP
Playsets memang bukan kelompok musik pertama yang memilih konsep kreatif “mengkampak lagu-lagu”. Empat puluh tahun lalu, di akhir 70-an sampai awal 80-an, sekurangnya konsep itu dikemas oleh group musik “Orkes Moral Pancaran Sinar Petromak” (disingkat OM PSP). Sebuah grup musik dangdut humor yang popular di masa itu terutama di kalangan mahasiswa, dewasa muda serta keluarga. Grup musik ini sering tampil bersama-sama dengan Warkop DKI pada masa jayanya. Selain sering memainkan dan memelesetkan lagu-lagu dangdut popular tahun 1960-an dan 1970-an (misalnya Siksa Kubur atau Seia Sekata), mereka juga dikenal dari lagu-lagu yang diciptakan sendiri, seperti Fatime dan Drakula.

OM PSP dapat dianggap pelopor dangdut humor, subgenre yang masih disukai hingga sekarang.Pada saat itu, gerakan mahasiswa sedang gencar mengkritik berbagai ketimpangan sosial. Rojali (kelak menjabat Dubes RI di India) salah-satu personel grup PSP yang berhasil memotret ketimpangan itu dalam lagu “Duta Merlin”. Lagu yang ringan, yang menunjukkan ketimpangan sosial kemanusiaan dan dimulainya era kapitalisasi spasio-stemporal di Jakarta pada lokasi-lokasi tertentu.
Playsets Dalam Buku
Untuk pengenalan lebih jauh dan mendalam serta “pertanggungjawaban moral” mengapa The Playsets “mengkampak lagu- lagu” Chappy Hakim menulis khusus sebuah buku, ” Playsets Di Tengah Blantika Musik Indonesia”. Buku 180 halaman berukuran 15 cm X 23 cm itu diterbitkan Gramedia/ Penerbit Buku Kompas pada tahun 2021.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi