Kamis, 30 April 2026, pukul : 04:23 WIB
Surabaya
--°C

Band The ‘Playsets’ dalam Narasi Jenderal ‘Three In One’

OM PSP

Playsets memang bukan kelompok musik pertama yang memilih konsep kreatif “mengkampak lagu-lagu”. Empat puluh tahun lalu, di akhir 70-an sampai awal 80-an, sekurangnya konsep itu dikemas oleh group musik “Orkes Moral Pancaran Sinar Petromak” (disingkat OM PSP). Sebuah grup musik dangdut humor yang popular di masa itu terutama di kalangan mahasiswa, dewasa muda serta keluarga. Grup musik ini sering tampil bersama-sama dengan Warkop DKI pada masa jayanya. Selain sering memainkan dan memelesetkan lagu-lagu dangdut popular tahun 1960-an dan 1970-an (misalnya Siksa Kubur atau Seia Sekata), mereka juga dikenal dari lagu-lagu yang diciptakan sendiri, seperti Fatime dan Drakula.

Chappy Hakim (dua dari kiri) dan bersama Susi Pudjiastuti (tiga dari kanan)

OM PSP dapat dianggap pelopor dangdut humor, subgenre yang masih disukai hingga sekarang.Pada saat itu, gerakan mahasiswa sedang gencar mengkritik berbagai ketimpangan sosial. Rojali (kelak menjabat Dubes RI di India) salah-satu personel grup PSP yang berhasil memotret ketimpangan itu dalam lagu “Duta Merlin”. Lagu yang ringan, yang menunjukkan ketimpangan sosial kemanusiaan dan dimulainya era kapitalisasi spasio-stemporal di Jakarta pada lokasi-lokasi tertentu.

Playsets Dalam Buku

Untuk pengenalan lebih jauh dan mendalam serta “pertanggungjawaban moral” mengapa The Playsets “mengkampak lagu- lagu” Chappy Hakim menulis khusus sebuah buku, ” Playsets Di Tengah Blantika Musik Indonesia”. Buku 180 halaman berukuran 15 cm X 23 cm itu diterbitkan Gramedia/ Penerbit Buku Kompas pada tahun 2021.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.