Jumat, 15 Mei 2026, pukul : 10:51 WIB
Surabaya
--°C

Uduk Babi

Berbagai reaksi bermunculan. Gus Miftah mengunggah konten di akun media sosialnya dengan mengatakan bahwa Alquran memerintahkan umat Islam untuk mengonsumsi makanan halal dan baik yang tersedia di muka bumi. Aturan itu hanya berlaku bagi umat Islam. Umat lain tidak punya kewajiban mengonsumsi makanan halal, termasuk menu-menu dan jenis masakannya. Karena itu umat lain boleh saja mengonsumsi menu lain yang tidak halal.

Di akhir unggahannya Gus Miftah bertanya sejak kapan rendang punya agama. Narasi ini yang kemudian memantik reaksi dari banyak kalangan. Ada yang mempertanyakan sejak kapan nama Miftah diberi atribut ‘’gus’’ padahal dia bukan anak kiai.

Ustaz Adi Hidayat (UAH) membalas dengan argumen tajam. Kendati tidak merujuk langsung kepada Gus Miftah tetapi UAH jelas merespons unggahan Gus Miftah. Menurut UAH kalau ada pertanyaan sejak kapan rendang punya agama, jawabnya adalah sejak batik, calung, dan angklung punya kewarganegaraan.

UAH melihatnya dari perspektif akulturasi budaya. Selama ini Indonesia mengklaim batik sebagai produk budaya nasional, meskipun variannya berkembang luas di Asia Tenggara dengan berbagai macam motif khas daerah masing-masing. Di Afrika Selatan pun sebagian masyarakat mengenal batik terutama karena mantan presiden Nelson Mandela sering mengenekannya dalam berbagai kesempatan.

BACA JUGA: Los Galacticos

Ketika beberapa waktu yang lalu batik diklaim sebagai produk budaya Malaysia, publik Indonesia meradang dan memprotes keras. Hal yang sama juga terjadi ketika reog Ponorogo diklaim sebagai budaya Malaysia. Publik Indonesia sudah menganggap reog sebagai produk budaya asli Ponorogo, tetapi Malaysia mengklaim punya varian yang beda dengan pakem reog Ponorogo. Publik Indonesia tidak bisa menerima argumen itu.

Varian reog yang diklaim oleh Malaysia kemungkinan dikembangkan oleh diaspora Jawa yang beremigrasi ke Malaysia dan memperkenalkan reog kepada masyarakat setempat. Meski demikian induk budaya reog tetap ada di Ponorogo, dan karenanya Malaysia tidak berhak mengklaimnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.