Menu

Mode Gelap

Kempalanda · 20 Jun 2022 18:47 WIB ·

Jogging Pagi di Pangandaran, Pantai Tercantik di Jawa Barat


					Keindahan Pantai Pangandaran. Perbesar

Keindahan Pantai Pangandaran.

KEMPALAN: PANTAI Pangandaran, Minggu (19/6) pagi. Setiap sepuluh menit sekali, lewat pengeras suara, penjaga pantai memperingatkan pengunjung tidak berenang atau berada di pantai melampaui batas aman yang sudah dipasangi bendera. Jarak batas itu dengan tepian sekitar lima meter.

Pagi itu ketika berkunjung ke sana, laut sedang berombak tinggi. Riaknya menjulur sampai melampaui batas bendera. Bahkan sesekali lidahnya menjilati tepian pantai yang sedang ramai pengunjung. Seperti saya alami Sabtu (18/6) ketika hari pertama jogging di tepi pantai. Tetiba lidah ombak merendam sepatu dan celana sampai bagian lutut.

Ancaman tsunami

Meski terancam hantaman bencana tsunami setinggi 20 meter (berdasar penelitian dari ITB belum lama ini) itu tidak menyurutkan nyali pengunjung. Pantai Pangandaran memang obyek wisata paling favorit yang terdapat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pantai menjadi lokomotif kemajuan ekonomi masyarakat Pangandaran.

Sejak Februari, seiring dengan meredanya pandemi Covid-19, masyarakat pun mulai ramai mendatangi obyek wisata itu. Terutama pada hari Sabtu – Minggu atau libur nasional.

” Libur Lebaran kemarin pantai sudah ramai pengunjung,” cerita Sariyem (50) pedagang pecel di sana.

BACA JUGA: Melongok Jambore Kedirgantaraan Susi Air di Pangandaran

Akibat pandemi Covid-19, lebih dua tahun ibu tiga anak dan satu cucu itu stop berdagang. Pemerintah selain membatasi kegiatan masyarakat juga menutup pantai.

Sariyem tidak berhenti memanjatkan puji syukur begitu keadaan sudah membaik seperti sekarang. Yang membuatnya dapat kembali mencari nafkah dari pengunjung pantai. Di tepi pantai itu Sariyem berjualan pecal, kopi, kacang dan berbagai jenis minuman ringan. Sebelum pandemi omsetnya sekitar Rp. 300 -Rp 500 ribu dari berjualan sejak pagi hingga petang.

Pagi itu Sariyem tetap memakai masker, meski alat pelindung tersebut hanya menempel di dagunya. Memang tidak terdengar lagi pengumuman penjaga pantai memperingatkan pengunjung kewajiban memakai masker. Beda dengan dulu, pengunjung yang kedapatan tidak pakai masker dihukum “push up“.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Keliling Dunia di Madiun

29 Juni 2022 - 10:05 WIB

Takabur

27 Juni 2022 - 09:19 WIB

Hadiri Sedekah Laut di Kalianak Morokrembangan, Wakil Sekretaris PDIP Surabaya: Dukung Pelestarian Budaya

26 Juni 2022 - 10:18 WIB

In Memoriam Rima Melati: Artis dengan Pergaulan dari Presiden hingga Pelayan Resto

24 Juni 2022 - 10:48 WIB

Refleksi dan Doa Haul Bung Karno, PAC PDI Perjuangan Asemrowo Berkomitmen Warisi Api Perjuangan

21 Juni 2022 - 20:27 WIB

Band The ‘Playsets’ dalam Narasi Jenderal ‘Three In One’

21 Juni 2022 - 10:11 WIB

Trending di Kempalanda