“Sekarang tidak wajib lagi,” kata pedagang pecel asal Jawa Tengah itu.
Sariyem benar. Tidak hanya di kawasan pantai, di tempat -tempat umum lainnya pun demikian. Waktu Salat Jumat di sebuah masjid di Pangandaran, rasanya hanya saya yang mengenakan alat pelindung serangan virus itu.
Kenangan 50 tahun lalu
Seandainya tidak diundang Susi Pudjiastuti dan diwanti-wanti datang, niscaya saya tidak pernah tahu Pangandaran telah menjelma menjadi Kota Kabupaten yang maju dengan pesona pantai yang menjadi andalan wisata Jawa Barat. Pertumbuhan ekonomi Pangandaran 2021 di saat pandemi Covid19 hanya terkoreksi 0,05 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, karena pertanian. Di masa pandemi 27 persen warga pangandaran mendapat penghasilan dari sektor pertanian. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat belum ini bahkan mengumumkan warga paling bahagia se-Jabar adalah warga Kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian BKKBN itu menempatkan Pangandaran pada posisi tertinggi, yaitu 52,81 pada grafik 5.4 Persentase Indeks Kebahagiaan dalam Keluarga 2021.
BACA JUGA: Membaca Pesan Politik Surya Paloh dan Partai Nasdem
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu mengundang saya menyaksikan “Susi Air Jambore Aviation Jambore 2022” ( SAJA) yang berlangsung di Pangandaran 17-19 Juni. Dari Guest Housenya, Pantai Pangandaran bisa ditempuh 15 menit berjalan kaki.

Saya pernah sekali ke Pangandaran. Tapi itu di awal tahun 1970-an, waktu liburan sekolah, lebih setengah abad lalu. Untuk ke sana dengan kendaraan umum memerlukan waktu tempuh sekitar 15 jam karena berganti-ganti moda transportasi. Saya ingat truk pasir adalah tumpangan kami terakhir hingga sampai Pangandaran waktu itu.
Berbanding terbalik dengan kunjungan kedua, hari Jumat (17/6) lalu. Dengan menumpang maskapai Susi Air, Jakarta – Pangandaran hanya menelan waktu 50 menit. Sejak 2005 Susi Air sudah melayani penerbangan Jakarta -Pangandaran pulang pergi beberapa kali dalam sehari. Kemudian datang pandemi Covid-19 menyerang dunia dan menghantam hampir seluruh sektor ekonomi. Yang paling menderita adalah sektor pariwisata dan penerbangan.
Di masa pandemi, Pangandaran sepi, Susi Air pun paling banyak terbang seminggu dua kali. Padahal, sebelumnya setiap hari dengan beberapa penerbangan mengangkut wisatawan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi