Menutup Reklamasi pantai utara Jakarta, pemberian IMB kepada 1000 rumah warga, mencabut pergub yang melarang warga mendirikan di bekas tanah pemprov di Meruya yang pada akhir nya warga bisa membangun, pembebasan pajak bagi para keluarga pahlawan, guru, veteran dan NJOP rumah yang nilainya dibawah 2 M.
Belum lagi prestasi internasional Anies, yaitu mampu menjadi penggerak dunia dalam perubahan iklim, membangun JIS yang menjadi kebanggaan warga Jakarta dan Indonesia, kemudian gelaran Formula E yang sukses luar biasa dan yang membanggakan lagi, Anies mampu berkomunikasi dengan para pemimpin dunia untuk melahirkan kerjasama dengan Jakarta, lebih ajaib lagi ditengah pemerintah pusat gemar menjalankan impor, Anies malah mengekspor beras ke Timur Tengah. Aneh memang Anies, Jakarta mengekspor beras, lalu sawahnya dimana?
BACA JUGA: False Flag, Teori Usang Menghantam Anies
Semua bisa terjadi dengan baik dan terukur, karena memang Anies bekerja berdasarkan konsep.
Anies tidak sekedar bicara, Anies juga berkarya, begitulah Anies menjawab semua pertanyaan untuk masa depan Indonesia.
Yang paling penting lagi adalah darah Anies adalah darah pejuang, kakeknya adalah karib Bung Karno, yang membantu dukungan kemerdekaan Indonesia dari luar
negeri terutama bangsa – bangsa Timur Tengah.
Keberpihakan Anies jelas untuk kepentingan masa depan Indonesia yang adil dan mensejahterakan, dan tentu ini juga menjadi penegas bahwa Anies bukan bagian dari oligarki yang merusak Indonesia.
Nah sekarang tergantung kepada kita semua, kalau kita ingin Indonesia adik dan sejahtera, damai dan bersatu, maka pilihannya tentu pada calon yang jelas cinta NKRI dan tidak berpihak pada kepentingan oligarki. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi