Pun istri saya: tidak tahu apa itu utara-selatan-timur dan barat. Kalau dia bilang mau ke darat itu artinya ke arah menjauhi sungai. ”Mau ke laut artinya ke arah mendekati sungai. ”Ke hulu artinya ke arah dari mana air sungai mengalir. ”Ke hilir berarti ke arah air sungai menuju muara.
Kadang ke hulu itu artinya ke timur, kalau sungai lagi berbelok. Bisa juga ke hulu itu mengarah ke barat tergantung belokan sungai.
“Di Jawa ini saya bingung. Ngalor ngidul ngetan ngulon,” ujarnyi awal-awal di Jawa dulu. Lebih bingung lagi menerima penjelasan yang bunyinya seperti ini: Anda terus ke barat, nanti di timur masjid ada sekolahan, lalu di barat sekolahan itu ke utara, terus belok ke timur.
BACA JUGA: Munaslub Kendaraan
Sampai di muara sungai Belayan, speed boat masih terus ke arah hilir. Mencari muara sungai Senyiur. Sungai Mahakam ini begitu luas. Pun ketika ada dua pelabuhan apung di tengah sungai. Yakni pelabuhan transhipment batu bara. Mahakam tidak terlihat menyempit.
Setelah setengah jam melaju di atas air, ketemulah muara sungai Senyiur. Itulah salah satu anak sungai Mahakam yang andal. Dalam dan lebar. Bisa dilayari tongkang batu bara berisi 7.500 ton.
Speed boat kami pun melaju ke arah hulu Senyiur. Sesekali speedboat harus mengurangi kecepatan. Yakni kalau lagi ada kampung di pinggir sungai. Berarti banyak jamban apung di pinggir sungai. Toilet di situ. Cuci baju di situ. Mandi di situ.
Speed boat kecepatan tinggi akan menimbulkan gelombang yang mengguncang jamban apung yang berderet di pinggir sungai.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi