JAKARTA–KEMPALAN: Pemerintah memang sudah seharusnya menyediakan ruang publik yang bisa dinikmati oleh warga. Tentu peruntukannya untuk hal-hal positif dan sarana-prasarananya dijaga secara bersama.
Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono mengatakan itu terkait kehebohan anak-anak muda dari Citayam (Depok) dan Bojonggede (Bogor) di kawasan Dukuh Atas, sekitar Sudirman, Jakarta.
Keberadaan anak-anak muda dari daerah penyangga Ibu Kota ini kemudian melahirkan istilah SCBD yang selama ini dikenal sebagai singkatan dari Sudirman Central Business District, lalu diplesetkan menjadi Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok.
Dengan pakaian dan gaya tertentu, mereka nongkrong sembari adu outfit sehingga warganet menyebutnya dengan Citayam Fashion Week. Mereka pun mengunggah aksi atau konten yang mereka buat ke media sosial, khususnya Tiktok dan Instagram.
Mujiyono menyambut baik anak-anak muda yang nongkrong dan bergaya tersebut menuangkan segenap kreativitas dan pemikiran mereka dalam konten media sosial yang bagus dan menarik.
“Mereka juga bisa saling berbagi pengetahuan dan slng melengkapi, memanfaatkan platform media sosial dalam berkreasi,” katanya, seperti dikutip Selasa, 19 Juli 2022, dari akun Twitter-nya, @RAMujiyono.
Kalaupun timbul permasalah seperti sampah, Ketua Komisi A DPRD Prov DKI Jakarta ini melanjutkan, Pemprov DKI Jakarta bisa melakukan imbauan dan penertiban yang bersifat humanis untuk mengantisipasi. Personel Satpol PP DKI Jakarta yang saat ini sudah keren dan murah senyum bisa ditempatkan di lokasi.
“Kan Tagline Jakarta, Maju Kotanya Bahagia Warganya. Jadi ini mesti diimplementasikan disetiap aktivitas warga Jakarta, termasuk anak muda,” cuitnya lagi.
Sebelumnya Anies juga telah mengomentari fenomena SCBD ini. Dalam tanggapannya, dia menerangkan pihaknya memang merevitalisasi dan mempercantik Jalan Jenderal Sudirman berupa trotoar-trotoar luas, halte serta stasiun agar bisa menjadi ruang ketiga yang menyetarakan dan mempersatukan semua.
Ruang ketiga merupakan ruang pertemuan antara ruang pertama yang merupkan ranah privat (keluarga) dan ranah kedua yang merupakan tempat bekerja.
“Saya mengistilahkan ‘Demokratisasi Jalan Jenderal Sudirman’. Karena menjadi milik semua. Jadi trotoar ini jadi tempat yang menyetarakan, mempersatukan orang dari mana saja, tidak harus yang dari sosial ekonomi menengah dan atas. Justru demokratisasi yang terjadi di sini siapa saja bisa menikmati dengan caranya masing-masing,” jelasnya.
Meski demikian, Gubernur Anies berpesan untuk para remaja SCBD agar tetap menjaga ketertiban dan kebersihan. “Dan ketika terjadi fenomena muncul, yang penting jaga ketertiban dan kebersihan selebihnya nikmati ruang ketiga untuk semua,” tandasnya.
Pada Minggu kemarin, Anies menemui anak-anak muda SCBD tersebut. Mereka yang tengah nongkrong ketika melihat Anies berkunjung pun langsung menyabut dan berebut untuk salaman. Tak lupa para remaja itu juga meminta untuk berfoto bareng Anies Baswedan. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi