JAKARTA–KEMPALAN: Elektabilitas Partai NasDem disebut menurun akibat mendukung Anies Baswedan untuk menjadi calon presiden (Capres) 2024. Hal itu disebut oleh survei yang dilakukan lembaga Center for Political Communication Studies (CPCS).
Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta Timur, Musni Umar menilai, hal itu tak logis. Dia ia pun menegaskan tak percaya dengan lembaga survei tersebut. “Saya tidak percaya gegara dukung Anies, elektabilitas NasDem turun,” tulisnya lewat akun Twitter @musniumar dikutip, Sabtu 6 Agustus 2022.
Pria yang juga Sosiolog itu pun mempertanyakan kredibilitas lembaga survei tersebut. “Lembaga survei yang melakukan survei, dibiayai siapa? Patut diduga, pemodal mau biayai karena ada kepentingan,” ujarnya.
Ia pun menduga kepentingan tersebut adalah untuk menjegal NasDem mencalonkan orang nomor satu di Ibu Kota tersebut di Pilpres 2024 nanti. “Dengan sebut NasDem elektabilitas turun, harapannya NasDem tidak mencalonkan Anies,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif CPCS Tri Okta mengatakan, elektabilitas Partai NasDem turun menjadi 2,1 persen dalam survei terbaru yang mereka lakukan pada 22-27 Juli 2022. Pada survei April 2022, partai besutan Surya Paloh itu disebut memiliki elektabilitas mencapai 4,0 persen.
“Keputusan mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden membuat NasDem ditinggal oleh sebagian pemilih nasionalis,” ujar Tri Okta dalam keterangan tertulis.
Tentu, survei itu tentu tak sejalan dengan elektabilitas mantan Rektor Universitas Paramadina tersebut. Bahkan sangat jauh. Pasalnya, disetiap survei, nama Anies Baswedan tak pernah keluar dari tiga besar.
Misalnya, dari survei yang dilakukan Polmatrix Indonesia. Dimana, elektabilitas Anies Baswedan lebih unggul ketimbang Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto mengatakan, elektabilitas Anies naik berkat limpahan pemilih calon presiden potensial yang bakal berlaga di Pilpres 2024 nanti.
“Berkat limpahan pemilih, elektabilitas Anies berhasil mengungguli baik Prabowo maupun Ganjar dalam bursa capres,” ujar Dendik belum lama ini kepada awak media.
Berdasarkan hasil survei Polmatrix, Anies Baswedan di posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 20,8 persen, sedangkan Prabowo menyusul di posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 19,3 persen, dan Ganjar sebesar 18,8 persen.
Dukungan publik terhadap Anies Baswedan untuk pencapresan mengalami peningkatan sepanjang paruh pertama 2022. Temuan survei Polmatrix Indonesia menunjukkan Anies Baswedan berhasil naik hingga unggul dalam bursa calon presiden. (kba)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi