Ketika saya sudah mengambil posisi imam Aseng menanyakan sesuatu yang saya lupa menjelaskan.
“Kita jamak-qashar kan?” tanyanya.
BACA JUGA: Aplikasi Migor
“Benar. Dua rakaat, lalu dua rakaat lagi,” jawab saya.
Salat dan makan selesai. Kami terus ke lapangan: melihat bagaimana orang menambang batu bara. Itulah emas hitam masa kini. Bumi Kalimantan ternyata bumi emas. Begitu emas hijau hilang, emas hitam terbilang.(*)
Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.
Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Dokter Pasien
Abdul Wahib
Saya sampe tertawa ngakak dg kalimat ini, ” Dan tidak ada toko senjata di surabaya”. Padahal saya sedang serius baca. Bnyk banget toko senjata di surabaya. Di pasar wonokromo bnyk dijual sabit, golok, pacul dkk. Kalo mau yg agak panjang bisa pesan di pande besi. Itu semua jenis senjata, tapi senjata tajam dan tumpul. Bukan senjata api. Kalo masih nekat pengen nyari, coba search di marketplace. Banyak.
doni wj
Jadi, inti cerita tulisan hari ini adalah: Abah sudah berdarah-darah pengorbanannya dan melalui jalan sunyi, menahan pedih sendiri, dalam membesarkan grup media yang Anda sudah tahu. Amboi, betapa piawainya begawan jurnalis ini dalam membingkai kisah itu

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi