Menu

Mode Gelap

Kempalantek · 23 Jun 2022 04:20 WIB ·

Perbaiki Kualitas Udara Jakarta, Anies Ajak Warga Melakukan Uji Emisi


					Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai upacara Jakarta Hajatan ke-495 di Plaza Selatan Monas, Rabu, 22 Juni 2022. Perbesar

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai upacara Jakarta Hajatan ke-495 di Plaza Selatan Monas, Rabu, 22 Juni 2022.

JAKARTA–KEMPALAN: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya sudah berusaha untuk memperbaiki kualitas udara di DKI Jakarta, salah satunya dengan penggenjotan uji emisi.

“Apakah Jakarta bersih? Belum. Kita berdekade menyaksikan adanya emisi kendaraan bermotor. Itulah mengapa empat tahun ini kita genjot serius soal tranportasi umum tujuannya untuk mengurangi emisi yang terjadi di kota kita,” ucap Anies ditemui di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juni 2022.

Anies menuturkan dengan uji emisi dapat mengurangi dampak negatif dari kendaraan bermotor yang beroperasi di Jakarta. Langkah lainnya, lanjut Anies dilakukan dengan memperbanyak transportasi umum yang ramah lingkungan.

“Kemudian kewajiban mengurangi emisi di kota dengan uji emisi. Uji emisi untuk mengurangi dampak negatif dari kendaraan bermotor yang beroperasi di Jakarta,” tutur Anies.

“Jadi kita lakukan langkah-langkah untuk mengurangi emisi di Kota kita dengan transportasi umum yang dibangun pemerintah,” sambungnya.

Dia juga meminta masyarakat bijak dalam membaca informasi tentang buruknya kualitas udara di Jakarta akhir-akhir ini.

“Saya ingin mengajak semua untuk membaca berita dengan kritis bila ada satu hari di mana muncul angka kualitas buruk di hari itu tapi di hari sebelumnya dan di hari sesudahnya itu kita menemukan kondisi yang landai pasti di hari itu ada sesuatu,” tuturnya.

Anies menjelaskan apabila kondisi udara memburuk setiap hari selama dua bulan, berarti memang ada yang salah. Tetapi, apabila ada satu hari buruk sekali, dan hari berikutnya seperti normalnya Jakarta pasti ada sebuah peristiwa yang terjadi. Menurut Anies masyarakat harus memahami ada penyebab khusus yang membuat polusi meroket belakangan ini.

“Itu perlu kita lihat kualitas udara tidak ada pembatasan KTP atau administrasinya. Jadi memang ada emisi di dalam kota dan ada juga pergerakan dari berbagai wilayah. Saya mengajak teman-teman media untuk kritis melihat semua peristiwa saat angkanya sangat tinggi,” tutupnya. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

BRIN Dinilai Rusak Bangunan Iptek, MPI Lapor Ketua DPD RI

30 Juni 2022 - 05:44 WIB

Mahasiswa Teknik Industri Ubaya Buat Alat Pembelajaran Geografi 3 in 1 Dilengkapi Teknologi AR

29 Juni 2022 - 17:58 WIB

Grab BigData Jayabaya: Anies Tokoh Nasional Paling Disukai Netizen

19 Juni 2022 - 16:46 WIB

 Platform “WargaKu” Milik Pemkot Surabaya Kembali Raih Penghargaan, Kini dari Kemenpan-RB

17 Juni 2022 - 20:28 WIB

Diusulkan 32 DPW Nasdem, Anies Baswedan Terdepan dalam Pencarian Google Trends

17 Juni 2022 - 15:39 WIB

LaNyalla Ingatkan Pentingnya Regulasi, SDM dan Infrastruktur untuk Memperkuat Telematika

15 Juni 2022 - 05:35 WIB

Trending di Kempalantek