JAKARTA-KEMPALAN: Bertempat di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jalan Simatupang, Jakarta Selatan, dua Parpol Islam melakukan pertemuan, Senin (30/5/2022). Pertemuan antara PKS dan Partai Ummat ini diikuti oleh Ketua Umum Partai Ummat beserta jajarannya, dan Presiden PKS beserta jajarannya.
Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi menjelaskan, bahwa silaturrahim ini merupakan bagian dari roadshow Syawal Partai Ummat yang diinisiasinya, guna menjalin tahap awal kerjasama antar Partai Islam khususnya dalam menghadapi Pemilu 2024.
“Setiap kebaikan di dunia ini, selalu ada yang merusaknya. Begitu banyak kelompok yang merusaknya, maka kita sangat perlu bersatu untuk melawan mereka, agar kehidupan kita lebih baik,”ujar Presiden PKS Ahmad Syaikhu, sebagai kalimat pembuka setelah Sekjen PKS Aboe Bakar Al-Habsy membuka acara tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi, dalam pernyataannya di depan forum menjelaskan, bahwa memang betul diperlukan saling bantu antara Partai Islam khususnya, karena lebih mudah menyelesaikan persoalan dengan banyak pihak.
“PKS tidak cukup sendirian bekerja di Parlemen. Harus bertambah kekuatannya dalam membangun politik di tanah air. Sebagai Partai baru, Partai Ummat ingin semangat berjuang ini, dapat dilakukan bersama-sama agar lebih kuat. Maka dalam pertemuan ini, kami mencoba menawarkan ide-ide kerjasama ini, dalam rangka menghadapi Pemilu tahun 2024,” ujar Ridho.
Ridho menuturkan, pihaknya ingin setiap Pemilu tidak ada lagi isu kecurangan, sebagaimana yang terjadi pada dua kali Pemilu sebelumnya. Pihaknya sangat berkepentingan dengan sistem Pemilu, karena semua perubahan Indonesia dapat dimulai dari sistem Pemilu yang baik.

“Nah, kami ada tim, dimana tim ini sedang mengolah kemungkinan adanya sistem coblosan yang lebih efektif dan terjaga dari kemungkinan masifnya kecurangan. Salahsatu yang menurut kami terbaik saat ini adalah e-voting berbasia Blockchain. Sistem Pemilu ini bisa menghemat hingga 88 T dari 110 T yang kemarin sempat beredar,” jelas Ridho.
Dijelaskan, sistem ini cenderung aman dan tidak mudah dijebol oleh hacker. Juga, lebih bagus dan efektif dibanding pemilu konvensional selama ini.
“Jika dalam pemilu konvensional hasilnya baru kelar satu bulan lebih, maka dengan sistem e-voting berbasis Blockchain ini, bisa diselesaikan dalam waktu hanya sehari di hari pemilu tersebut,” tegas Ridho.

Menanggapi itu, jajaran PKS mengaku sudah pernah mencobanya dalam pemilu pemilihan Presiden di lingkungan internal Partainya. Meski mungkin bKal sulit diterapkan dalam Pemilu Presiden 2024 nanti, tapi ide dari Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi, sangat baik untuk difollow up dalam waktu yang akan datang.
Pertemuan antara Partai Ummat dan PKS, disepakati kedua belah pihak, untuk ditindak lanjuti dalam rangka memperkuat pembelaan-pembelaan terhadap khususnya kepentingan Ummat Islam, baik selama Pemilu, maupun dalam proses pembuatan UU di Parlemen.
Pada kesempatan yang sama, Sekjen Partai Ummat Muhadjir Sodrudin menjelaskan, bahwa pertemuan dengan PKS sungguh sangat penting dan hasilnya, insya Allah akan produktif.
“Betul, pertemuan semacam ini sangat penting. Kami akan terus menjalin kerjasama dengan PKS nantinya, karena visi kami berdua jelas punya kesamaan. Apalagi, kami sama-sama Partai Islam. Saya yakin, kerjasama ini akan produktif, bahkan menghasilkan banyak manfaat bagi masyarakat dan Ummat,”tandasnya. (*)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi