Senin, 4 Mei 2026, pukul : 12:03 WIB
Surabaya
--°C

Cacar Monyet

Globalisasi membawa berkah dan sekaligus konsekuensi. Ketika lalulintas barang dan jasa menjadi begitu cepat dan batas-batas negara bisa diterabas setiap saat, berbagai penyakit pun muncul dengan kecepatan yang sulit ditahan.

Dunia panik ketika ditemukan varian virus HSNI atau yang dikenal sebagai flu burung. Penyakit ini menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan menimbulkan banyak korban. Tetapi, badan kesehatan dunia bisa menemukan vaksin dengan cepat dan akhirnya penyakit ini bisa dikendalikan.

Kemunculan Covid-19 menjadi pengalaman baru. Sampai sekarang banyak yang menganggap penyakit ini bagian dari zoonosis yang menular dari kelelawar kepada manusia. Belum ada kesimpulan yang pasti, karena pemerintah China cenderung tidak terbuka terhadap penelitian internasional terhadap asal-usul penyakit ini. Kebiasaan orang China mengonsumsi daging hewan liar seperti kelelawar disebut-sebut sebagai sumber pandemi ini.

BACA JUGA: Tesla dan Esemka

Setelah dua tahun lintang pukang diantam Covid-19 dunia bisa lebih tenang karena vaksin bisa ditemukan dengan lebih cepat. Sisa-sisa penyakit masih muncul kembali di China dan gejala baru muncul di Korea Utara, tapi secara keseluruhan dunia jauh lebih siap menghadapinya.

Covid-19 segera akan berubah dari pandemi menjadi endemi. Mungkin nanti orang akan melihat Covid-19 seperti penyakit flu biasa yang bisa diobati dengan obat yang tersedia bebas di apotek dengan harga murah.

Itulah yang terjadi dengan kasus-kasus pandemi besar di dunia. Awal kemunculannya menjadi penyakit yang mematikan tetapi setelah beberapa lama kemudian menjadi penyakit jinak yang tidak membahayakan.

Ketika flu menjadi pandemi di Spanyol pada 1918, sekitar 50 juta sampai 100 juta orang tewas. Saking ganasnya, penyakit ini disebut sebagai  ‘’The Mother of All Pandemics‘’, induk dari segala jenis pandemi. Epidemiologis mengatakan virus flu Spanyol ditularkan oleh beberapa buruh asal China dan Vietnam yang direkrut militer Inggris dan Prancis selama Perang Dunia I.

Virus itu menempel kepada tentara China dan Vietnam yang bisa mengonsumsi babi dan unggas sebagai bahan makanan. Tetapi, pendapat lain mengatakan bahwa penyakit itu dibawa dari India yang menyebar ke Prancis dan kemudian ke Spanyol.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.