Menu

Mode Gelap

Kempalpagi · 21 Mei 2022 17:24 WIB ·

Cacar Monyet


					Foto: klikdokter.com Perbesar

Foto: klikdokter.com

KEMPALAN: Pandemi Covid-19 belum benar-benar berlalu, sekarang bermunculan penyakit-penyakit baru yang aneh-aneh. Ada virus Hendra, bukan nama manusia, yang sudah merenggut nyawa, ada hepatitis akut yang menyerang anak-anak, ada penyakit mulut dan kuku yang menyerang sapi, dan ada penyakit cacar monyet yang menyerang manusia.

Siklus kesehatan dunia menunjukkan bahwa setiap kali ada pandemi besar selalu akan diikuti oleh penyakit-penyakit aneh lainnya. Itu juga yang terjadi pada pandemi Covid-19. Beberapa negara yang sudah mulai reda dan melonggarkan protokol kesehatan mengalami kemunculan beberapa penyakit aneh.

Yang terbaru adalah cacar monyet atau monkeypox, yang merupakan varian yang masih berkerabat dengan cacar air. Sebagaimana cacar air gejalanya adalah munculnya bintil pada tubuh. Seiring perkembangan penyakit, bintil berair berubah menjadi bernanah dan menimbulkan benjolan di sejumlah area lipatan tubuh, seperti leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Tingkat penularan dan kematian akibat cacar monyet belum menunjukkan gejala mengkhawatirkan, kendati tidak boleh diremehkan. Cacar monyet ini termasuk dalam rumpun penyakit zoonosis, penyakit yang menular dari hewan kepada manusia. Sumber utama penyakit ini adalah hewan pengerat dan primata seperti monyet, tikus, serta tupai yang terinfeksi.

Cacar monyet dapat menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sama dengan varian cacar yang lain, penyakit ini jarang ditemukan. Cacar jenis ini pertama kali ditemukan di Afrika pada tahun 1970 an. Setelah lama menghilang dan dunia dinyatakan bebas dari cacar ternyata sekarang muncul lagi dan sudah ada korban tewas yang dilaporkan.

BACA JUGA: Laut Bercerita

Penyakit ini disebabkan oleh virus monkeypox yang menyebar melalui percikan liur yang masuk melalui hidung, mata, mulut dan luka pada kulit. Penularan cacar monyet pada awalnya terjadi pada hewan ke manusia, melalui cakaran atau gigitan hewan yang terinveksi virus monkeypox.

Kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinveksi atau benda yang terkontaminasi juga dapat membuat seseorang mengalami cacar monyet. Sedangkan penularan antarmanusia terbatas dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Varian penyakit zoonosis sudah banyak terjadi di sekitar kita. Ada yang bisa diatasi dan dijinakkan, tetapi banyak juga yang menjadi pandemi yang liar dan menjadi momok dunia. Zoonosis yang paling sering muncul adalah malaria yang menular dari nyamuk kepada manusia. Demam berdarah juga ditularkan oleh nyamuk.  Rabies menular dari anjing kepada manusia, dan pes menular dari tikus kepada manusia.

Penyakit-penyakit itu muncul pada masa-masa akhir abad ke-19 dan menjadi penyakit umum pada abad ke-20. Secara umum dunia medis sekarang sudah bisa mengendalikan penyakit-penyakit itu. Pada saat itu globalisasi relatif masih terbatas dan penularan penyakit trans-nasional pun relatif bisa lebih mudah dikendalikan.

Artikel ini telah dibaca 46 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Survei Terkutuk

1 Juli 2022 - 13:06 WIB

Pahlawan Irpin

1 Juli 2022 - 07:00 WIB

Caltung dan Astung

30 Juni 2022 - 18:36 WIB

Tanpa Jumbo

30 Juni 2022 - 07:00 WIB

From Russia with Love

29 Juni 2022 - 16:59 WIB

Imam Trump

29 Juni 2022 - 07:15 WIB

Trending di Kempalpagi