Kamis, 7 Mei 2026, pukul : 21:28 WIB
Surabaya
--°C

Klose dan Tuah Asisten Pelatih Timnas Jerman

ALTACH-KEMPALAN: Timnas Jerman mempunyai tradisi yang sukses menghasilkan asisten pelatih cemerlang setelah naik ke level pelatih. Joachim Loew yang awalnya jadi asisten Juergen Klinsmann di Piala Dunia 2006, sukses mempersembahkan trofi Piala Dunia bagi timnas Jerman.

Lalu Hans Dieter Flick yang mengasisteni Loew ketika membawa Jerman jadi juara dunia 2014, jadi tangan kanan Niko Kovac di Bayern Munchen. Begitu naik pangkat menjadi pelatih, Hansi (sapaan akrab Flick) pun mampu menyabet tiga trofi juara bagi  Die Roten (julukan Bayern).

Tantangan itu yang sekarang berada di hadapan Miroslav Klose. Di musim 2020-2021 sebelum Hansi diangkat jadi der trainer timnas Jerman menggantikan Loew, Klose jadi tangan kanannya di Bayern.

Musim depan, Klose pun akan menjajal peruntungannya dengan jadi pelatih di klub Bundesliga Austria, SC Rheindorf Altach. Klose akan memulai tugasnya setelah diperkenalkan ke publik Altach, Minggu (19/6).

Di tangan Klose, Altach diharapkan dapat kembali ke posisi 10 Besar Bundesliga Austria seperti di musim-musim sebelumnya. Bahkan, ketika playoff degradasi, Altach hanya berada satu setrip di atas Admira Wacker Modling yang terdegradasi ke kasta kedua.

’’Aku sangat menantikan petualangan baruku ini,’’ ucap Klose. Pengalamannya sebagai asisten dua pelatih top Jerman, Loew dan Hansi, disebut bisa menjadi bekalnya dalam memulai pekerjaan sebagai pelatih kepala.

’’Sejak awal mendapatkan tawaran di sini (Altach), feeling-ku selalu positif bahwa aku akan ada di klub yang tepat,’’ tambah Klose yang mengantongi UEFA Pro Licence itu. Pengalamannya sebagai salah satu bomber terbaik Jerman yang juga ditugasi melatih penyerang-penyerang top di Die Mannschaft (julukan timnas Jerman) dan Bayern itu berguna bagi SCRA.

Musim lalu, SCRA merupakan klub dengan produktivitas terendah di musim reguler dan hanya mampu mengoleksi 10 gol dari 22 pertandingan.

’’Dia (Klose) pelatih yang sudah mempunyai rekam jejak jelas dan sudah mendapatkan banyak pengalaman dalam melatih dan mengembangkan pemain-pemainnya,’’ puji Direktur Olahraga SCRA Werner Grabherr.

Grabherr pun berjanji mendukung apapun yang diinginkan pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2006 dan Bundesliga 2005–2006 itu. ’’Kami akan beri Miro (sapaan karibnya) lingkungan yang dia butuhkan dalam tugas pertama sebagai pelatih kepala,’’ sambung Grabherr. (Der Standard, Yunita Mega Pratiwi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.