MINSK-KEMPALAN: Presiden Belarusia yaitu Alexander Lukashenko—kawan dekat dari Putin memanggil semua negara anggota aliansi militer CSTO untuk bersatu melawan Sekutu Barat.
Dalam Konferensi Tingkat Tinggi CSTO di Moskow, Lukashenko mengatakan bahwa “Sanksi Neraka” yang diberika kepada negaranya serta Rusia menjadi penyebab utama berbedanya pendapat di aliansi militer tersebut.
Ia menuduh Barat telah memperpanjang konflik Rusia-Ukraina dengan tujuan utama untuk melemahkan Rusia.
Selain itu, pria berumur 67 tahun yang sudah memimpin Belarusia sejak 1994 tersebut mengatakan bahwa Barat mendukung ide Nazi dan menjadi penyebab perang di Ukraina.
“Tanpa adanya persatuan, maka Barat akan semakin menekan kami” ucap Lukashenko, di hadapan pemimpin Rusia, Armenia, Kazakshtan, Kyrgyztan dan Tajikistan.
Sanksi yang diberikan kepada Belarusia telah mengakibatkan penurunan 16-18 Juta USD karena adanya blokade ekspor.
“Karena sanksi tersebut, ekspor dari Belarusia ke negara-negara Eropa dan Amerika telah diblokade” ucap Perdana Menteri Belarusia yaitu Roman Golovchenko.
Belarusia merupakan kawan dekat Rusia.
Ketika Rusia melancarkan Operasi Militernya pada 24 Februari silam, pasukan militer Rusia memasuki Ukraina dari perbatasan Belarusia.
Namun, hingga saat ini, Belarusia menolak untuk dikatakan sebagai bagian dari “Pelaku”—dan selalu mengatakan bahwa Belarusia hanyalah kawan strategis Rusia.
Beberapa waktu silam juga Lukashenko meminta untuk sering dilibatkan dalam negosiasi konflik Rusia-Ukraina.
(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi