Di Indonesia Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) menyebutkan target perputaran uang dari zakat, infak, dan sadaqah tahun ini sebesar Rp 26 triliun yang akan didistribusikan kepada lebih dari 50 juta penerima manfaat.
Indonesia memang belum mempunyai filantropis seperti Bill Gates atau Sulaiman Al-Rajhi dari Arab Saudi. Tetapi, dalam hal kedermawanan, orang Indonesia sudah diakui oleh dunia internasional sebagai yang paling dermawan di seluruh dunia.
Meski dalam kondisi pandemi, tahun ini Indonesia kembali dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia. Predikat tersebut disematkan oleh Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2021. Prestasi ini diraih Indonesia tahun sebelumnya. Ini berarti Indonesia konsisten dalam prestasi kedermawanan.
BACA JUGA: Manusia Gurun
Hal ini bisa dibuktikan dari berbagai data yang ada di Indonesia. Donasi online yang digalang oleh beberapa lembaga menunjukkan hasil yang sangat besar. Sepanjang 2021 tercatat ada 3 juta donatur yang berdonasi melalui aplikasi digital yang membantu 36.000 organisasi penggalang dana sosial.
Hasil donasi ini didistribusikan ke berbagai inisiatif, di antaranya lebih dari 840.000 warga mendapatkan bantuan kebutuhan pokok, lebih dari 9.100 warga yang sakit terbantu biaya pengobatannya, serta lebih dari 3.400 pelajar dan mahasiswa mendapatkan bantuan biaya pendidikan.
Tak hanya itu, merespons berbagai bencana alam di tahun ini, ratusan ribu orang melakukan patungan untuk membantu ribuan korban. Di tengah pandemi yang tidak terduga jiwa kedermawanan manusia Indonesia ternyata tetap bertahan. Ini menunjukkan kuatnya solidaritas sosial dan semangat gotong royong di Indonesia.
Selain menolong sesama manusia para donatur juga ringan tangan membantu proyek donasi yang ditujukan untuk penyelamatan hewan seperti kucing, burung, dan anjing. Selama 2021 ribuan inisiatif penyelamatan hewan membuka aplikasi donasi digital dan mendapatkan respons yang bagus.
Dalam hal kedermawanan ini Indonesia bisa disandingkan sejajar dengan negara makmur seperti Amerika Serikat. Di Indonesia para pendonor umumnya mempunyai motovasi agama dalam memberikan donasinya, sementara di Amerika lebih didorong oleh humanisme atau kemanusiaan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi