Senin, 11 Mei 2026, pukul : 19:33 WIB
Surabaya
--°C

Tanpa Sapujagat

thamrindahlan
46 Awak bertanya 4 hal terkait Belanda Budiman Anda Belum Tahu bagaimana Budi bisa tergabung di disway .Apakah ini bukti bahwa Portal Abah ini sudah go international Anda Belum Tahuas Budi wartawan free lance atawa reporter surat kabar mana Anda Belum Tahu kisah haru Budiman berjumpa dengan orang tua kandung pada next episode disway.id Sarung kotak anak jalanan / Dipakai miring nyaris tergantung/ Sungguh menarik kisah Budiman / Perjalanan panjang cari ortu kandung / Salamsalaman

No Name
Gorssel. Saya pernah singgah untuk makan siang di desa itu, nun 30-an tahun nan silam. Meskipun hanya sebuah desa, Gorssel adalah desa yang modern. Juga kaya. Populasinya juga lebih besar ketimbang desa Joppe, di sebelah timurnya. Populasi Gorssel ketika itu, kata pemilik restoran, sekitar 3500-an jiwa, sedang Joppe hanya 400- an jiwa. Sebenarnya Gorssel lebih dekat dengan Deventer, kota di sebelah utaranya yang masuk ke Provinsi Overijssel. Kira-kira hanya setengah dari jarak Gorssel – Lochem, Gelderland. Lochem sendiri hanya belasan kilometer dari perbatasan dengan Jerman. Budiman mencintai Indonesia, itu wajar. Karena berdarah Indonesia dari kedua orangtuanya. Sedang orang yang berdarah Belanda tulen saja, karena sejak lahir hingga
remaja tinggal di Indonesia, begitu cintanya kepada Indonesia. Contohnya, Wieteke Van Dort (Tante Lien), kini 79 tahun. Penyanyi yang ditahan 1980-an menjadi host acara “koempoelan” (The Late Lien Show) di salah satu TV Belanda itu lahir di Surabaya dua tahun sebelum proklamasi. Saat usia 14 tahun, masih di HBS (setingkat SMP) ia dan kedua orangtuanya liburan ke Den Haag. Eh, Bung Karno menasionalisasi perusahaan milik Belanda di Indonesia, termasuk perusahaan tempat papanya. Dan Tante Lien tak bisa kembali ke Indonesia. Beberapa tahun yang lalu kayaknya Tante Lien ini pernah menengok rumah kelahirannya di Surabaya, malah didampingi Pemred Jawa Pos. Selain Tante Lien juga ada Anneke Gronloh (meninggal 2018). Yang ini blasteran Belanda- Minahasa.

Arala Ziko
Semua yg pengen disebut Budiman, besok lebaran silaturahmi dan sungkeman ke Pak Dahlan ye

Gito Gati
Komentator spesialis, Pak Harto itu sebenarnya Presiden yang berhasil membangun Indonesia. Tapi sayang, pak harto bukanlah pemimpin yang ikhlas. Merasa berhasil membangun Indonesia, pak harto minta upah. Upah yang diminta adalah “kamukten” keluarganya. Anak2nya “dimuktikan” dengan jalan koruptif. Sehingga negeri ini krisis. Dan……. Ya sudah, rakyat akhirnya menurunkanya. Itulah sekilas cerita junjunganmu sodara.

Komentator Spesialis
Baca dulu sejarah sebelum sampeyan bandingkan dengan china, korea mas. Awal pemerintahan Pak Harto, Indonesia hyper inflasi sampai 650%. Duit nggak ada harganya. 1000 rupiah dipotong jadi 1 rupiah. Hutang membumbung akibat pengelolaan ekonomi ugal ugalan. Misal beli senjata dll. Sarana prasana rusak karena revolusi setelah penghianatan PKI. Pendapatan per kapita cuman USD 70. Sebagai referensi tahun 1997 sebelum krisis per kapita sekitar USD 1200 alias naik 17 kali lipat alias 1700% selama 31 tahun. Rata rata pertumbuhan ekonomi 6.8%. Sampeyan bandingkan sama sekarang yang 7 tahun yang GDP naik nggak sampai 20% ya juauh mas.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.