No Name
Orng tua angakat viral Jadi orang tua angkat kadang tidak beruntung kala punya anak seperti Sukanto Tanoto, cinta 1/3 hati tapi jadi orang tua juga jangan naif, jadilah seperti orang tua Budiman. Orang tua Budiman ini clear dan clean, tidak ditutupi. Ibu pertiwi ini jadi ibu angkat yg tidak clear dan clean, seperti kondisi yg diceritakan Pak Mahfud. Pak Mahfud yg punya jabatan strategis saja punya harapan ada orang kuat yg akan membangunnya di 2024. Sedih sekali, harapan di atas harapan. Saya dulu berharap pada Pak Mahfud karena keberhasilannya di mahkamah konstitusi yg lebih bersifat kultural dibanding stick and carrot. Ternyata Pak Mahfud berharap lagi ke orang lain. Tapi lama sekali, apalagi kalau yg diharapkan Pak Mahfud ini seperti Corazon Aquino yg berharap lagi. Pak Mahtud bilang, semoga (pakai semoga, bukannya dibangun) ada orang kuat yg bisa menyatukan masyarakat yg terbelah. Ternyata belahnya seperti dibelah kampak, bentuk dan jumlahnya gak jelas. Istilahnya gak sistemik padahal pengakuan Mba Sri sistemik. Coba….masak sistemik kalau batu bara mahal pakai sapu jagat moratorium, mahal CPO pakai sapu jagat dilarang ekspor, mulai hari ini. Lama-lama ibu pertiwi jadi bakulan pecel, kacang mahal bumbunya diencerin. Kapan pecel ini go internasional seperti McD?
mzarifin umarzain
THR secara agama, tak perlu ada. Secara sosial/adat, barangkali perlu ada. Secara agama, apa yg perlu ditunjang? Kewajiban dalam hari raya ‘iidu lfithri cuma: 1. Makan pagi/sarapan/ifthoor?/futhuur?. 2. Tunaikan zakat fithri 3 kg beras= 33 rb rp/ orang. Cuma 50 rb rp/ orang apa nya yg perlu ditunjang? Bukan kewajiban islaam untuk: berbaju baru, mudik, chalaal bi chalaal, sediakan toples & isi nya, beri angpao, dll. Kata pak Hamka, kalau tak salah: THR kerjaan nya orang yg suka nuntut. Muslimuun, diberi thr, syukur. Tak diberi, tak masalah. Faqir miskin dipelihara negara.
Mirza Mirwan
Ini protes terakhir. Kenapa sih penampilan Disway.id setelah menjadi media yang terverifikasi Dewan Pers malah tambah amburadul? Di mana sulitnya memperbaiki tampilan dengan belajar dari Disway App dulu? Dulu itu kalaupun ada kekurangan, paling hanya keterlambatan posting. Dan sekarang? Banyak! Pembatasan jumlah karakter, urutan reply yang lucu dan…. ini yang bikin jengkel: Nama dan profil tidak muncul. Akhirnya siapa yang menuliskan komentar anonim itu tidak jelas. Benar, itu tadi protes saya yang terakhir. Tolong, manajemen Disway.id, kalau tim IT tidak bisa memperbaiki kekurangannya, tidak usah dikasih THR.
Juve Zhang
Sepertinya itu Jaman “Kumpul Kebo” jadi trending. Hasilnya banyak bayi tak berdosa lahir, saya kos di Yogyakarta, ibu kos yg hampir setengah tua juga ikut trending jaman itu, anak kos mahasiswa ada yg tertarik ” trending” jaman itu, hasilnya anak lucu,gemuk. “Imbalannya” kos untuk mahasiswa itu Gratis.wkwkwkwkwk win-win Solution kata Om JinPing.
Komentator Spesialis
Sangat naif memvonis semua karena kumpul kebo mas. Jaman segitu belum ada internet. Dan tidak semassif kumpul kebo jaman sekarang. Saya yakin sebagian besar adopsi karena alasan ekonomi. Jaman segitu negara kita masih super miskin. Saya yakin motif ekonomi lebih besar. Mereka tidak mampu merawat atau ingin mendapatkan uang.
Jimmy Marta
Jadi penasaran dengan Ana van Valen. Apakah bersaudara dg Via ‘van’ Valen, atau mirip Marco van Basten atau berkulit Ruud ‘van’ Gulit.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi