Bagi pemilih imigran muslim keberadaan Macron dan Le Pen sebenarnya bukan pilihan yang ideal. Dalam beberapa kebijakan Macron sering dianggap merugikan imigran muslim. Macron dipilih karena dianggap sebagai ‘’the lesser evil’’ atau setan yang lebih kecil. Macron mengakui hal itu. Ia mengaku beruntung karena banyak pemilih yang tidak menghendaki Le Pen menjadi presiden.
Kebijakan Prancis sebagai negara sekuler tetap menjadi sumber ketegangan politik yang tidak ada habisnya. Posisi negara dengan agama sering mengalami ketegangan karena perbedaan persepsi dengan para pemeluk agama.
BACA JUGA: Tsamara
Dalam beberapa aspek, pengaturan agama di ruang publik sangat diperlukan untuk mengatur kehidupan masyarakat yang memiliki peran ganda agar tidak bias, yaitu sebagai warga negara sekaligus umat beragama. Beberapa negara menerapkan sistem yang berbeda-beda untuk mengatur kehidupan agama warga negara.
Ada negara yang menerapkan sistem ‘’separation of state and religion’’ untuk memisahkan peran agama dalam kehidupan yang bersifat publik. Ada pula negara yang menerapkan hubungan rekognisi (recognition of the state from religion) untuk memberikan pengakuan sekaligus mempertahankan pelestarian agama atau nilai agama di dalam sistem hukum dan politiknya
Prof. Ahmet T Kuru melakukan survei terhadap tiga negara untuk melihat bagaimana negara menerapkan kebijakan terhadap kalangan agama. Dalam ‘’Secularism and State: Policies Toward Religion’’, Kuru melakukan perbandingan antara sekularisme Prancis, Amerika Serikat, dan Turki.
Ketiga negara itu sama-sama sekular, tetapi menerapkan pendekatan yang berbeda. Turki dan Prancis melakukan pendekatan sekular yang asertif, misalnya dengan melarang ekspresi agama di ruang publik. Turki di bawah Kemal Pasha melarang pakaian Islam dan melarang penggunaan bahasa Arab dalam azan.
BACA JUGA: Lengser
Prancis juga melarang ekspresi religius di ruang publik. Memberi kebebasan kepada liberalisme secara total, sehingga muncul majalah Charlie Hebdo yang secara terbuka dan berkala membuat karikatur bergambar Nabi Muhammad.
Pemerintah Prancis tidak menganggap hal ini sebagai pelanggaran karena hal ini dianggap sebagai bagian dari kebebasan. Karena kebijakan ini muncul kekerasan dalam bentuk penyerangan dan pembunuhan terhadap awak redaksi majalah Charlie Hebdo.
Amerika Serikat menerapkan regulasi yang lebih toleran dan pasif terhadap agama dibanding dengan Turki dan Prancis. Tetapi, di Amerika fundamentalisme Kristen tumbuh subur dengan munculnya Evangelisme yang sangat berpengaruh terhadap lanskap politik. Kemenangan Donald Trump pada pilpres 2016 adalah berkat dukungan kelompok Evangelis Kristen fundamentalis.
Sekularisme Amerika Serikat muncul sebagai hasil akhir dari konsensus pergolakan antara kelompok rasionalis yang tidak anti-agama dan evangelis yang terbuka untuk gagasan pemisahan gereja dan negara.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi