Menu

Mode Gelap

kempalanews · 19 Apr 2022 16:45 WIB ·

Gubernur Khofifah Apresiasi Personil RS Lapangan Indrapura


					Personil RS Lapangan Indrapura foto bersama setelah rumah sakit ini resmi dinyatakan ditutup pada 4 April 2022 lalu. Perbesar

Personil RS Lapangan Indrapura foto bersama setelah rumah sakit ini resmi dinyatakan ditutup pada 4 April 2022 lalu.

SURABAYA-KEMPALAN: Menindaklanjuti Penutupan Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Indrapura (RSLKI) Surabaya berdasarkan SK Gubernur Jawa Timur Nomor 118/237/KPTS/013/2022, maka dilaksanakan pertemuan sederhana dan terbatas yang terdiri dari perwakilan semua unsur relawan yang bertugas di RSLKI, Senin (18/4).

Dalam pertemuan tersebut sekaligus dilakukan penyerahan piagam penghargaan secara simbolis dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Acara tersebut dihadiri oleh Dr. Erwin Astha Triyono, dr, Sp.PD, KPTI, FINASIM (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur), Drs. Budi Santosa (Kalaksa BPBD Jawa Timur), Laksamana Pertama TNI (Purn) dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV (K) (Penanggung jawab RSLKI 2020-2021), Kolonel Ckm dr Djanuar Fitriadi, Sp.B., (Kepala RSLKI, Kakesdam V/ Brawijaya), Subhan Wahyudiono (Tenaga Alhli Kebencanaan Prov Jatim, mantan Kalaksa BPBD Jatim), Drs. Sriyono, M.M., M.Si. (BPBD), perwakilan dokter, perawat, analis medis, apoteker, relawan pendamping, CS, dan petugas keamanan RSLKI.

Kepala RSLKI Kolonel Ckm dr Djanuar Fitriadi, Sp.B. dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan diterbitkannya SK Gubernur tesebut maka RSLKI mendapatkan kepastian hukum, yakni resmi ditutup. Menurut dia, salah satu pertimbangan ditutupnya RSLKI adalah kasus Covid-19 di Jatim (temasuk omicron) sudah menurun dan terkendali.

Untuk itu, pihaknya berharap semoga kondisi itu terus berlanjut dan pandemi Covid-19 benar-benar berakhir. “Selama hampir dua tahun kita mengabdi bersama di RSLKI, lupakan gesekan kecil, yang indah-indah kita kenang. Silaturahmi tetap terus dan terjaga, sehingga kita tetap terhubung dan tali persaudaraan tidak terputus. Selaku Karumkit, saya mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya pada semua personil relawan RSLKI. Kalau ada khilaf mohon dimaafkan, semoga bisa bertemu pada misi kemanusiaan yang lain,” kata dr. Djanuar.

Sedangkan Kalaksa BPBD Jawa Timur Drs. Budi Santosa yang ditugasi Pemprov Jatim untuk menyediakan dan memfasilitasi keberadaan RSLKI, juga menyatakan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telibat di RSLKI.

Acara ini seperti perpisahan, setelah mendapat kepastian dari Gubernur tentang ditutupnya RSLKI pada 4 April 2022 lalu. Telah banyak pengalaman dan suka duka dalam mengawal operasional RSLI, yaitu sejak awal mendirikan tenda pada pertengahan Mei 2020 dan mulai menerima pasien pada 28 Mei 2020.

“Terima kasih banyak pada teman-teman. Saya pun pernah mengalami Covid-19 saat ramai-ramainya penyekatan. Alhamdulillah, saya berhasil melewatinya. Dengan penutupan ini, suka duka kita lewati, yang baik kita kenang. Terima kasih banyak atas kerjasamanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr. Erwin Astha Triyono yang terlibat langsung membidani RSLKI pada kesempatan tersebut juga menyampaikan rasa terima kasihnya pada semua pihak yang terlibat. Ia juga menyebutkan beberapa yang hadir dengan segala kontribusinya.

Pertama Subhan
Wahyudiono. Pada saat itu sebagai Kalaksa BPBD ia langsung memutuskan buka rekening untuk persiapan pendirian rumah sakit. Kedua, dr Nalendra, selaku penanggung jawab RSLKI yang dengan semangat luar biasa, beliau mengawal para awak RSLKI, hingga sampai terjun langsung menangani unjuk rasa.

Ketiga dr Djanuar, yang selama beroperasinya RSLKI banyak ngopeni rumah sakit. Keempat adalah Sriyono. Selaku PPK RSLKI ia selalu memenuhi dengan baik semua kebutuhan fasilitas dan penunjang.

Kemudian Radian Jadid, selaku koordinator relawan pendamping, yang telah bekerja tiada henti baik ada dan maupun tidak ada dana. Ia dan timnya memreprediksi Covid-19 bukan hanya urusan medis. Ternyata prediksi tersebut terbukti dan memberikan banyak kontribusi bagi kesuksesan RSLKI.

Keenam adalah Nono beserta seluruh tim gizi. Berkat dia, penanganan Covid-19 dengan pemenuhan gizi yang optimal ternyata berpengaruh besar dalam mempercepat kesembuhan pasien.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dr Nevi sebagai DPJP, Rudi yang mengurusi obat, Bandi (keamanan), petugas Dinkes, perawat, TNI Polri, dr Nugraha, dr Kadek, dr Marwita, Kemi, dan semuanya yang tidak bisa disebut satu persatu.

Artikel ini telah dibaca 406 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Wali Kota Eri Cahyadi Berangkatkan Bromo KOM Challenge 2022, Kejuaraan Bersepeda Bakal Jadi Agenda Rutin Perayaan HJKS

21 Mei 2022 - 20:47 WIB

Menakar Indonesia ke Depan ala Gubernur Ganjar di Kampus UBAYA, Rektor: Kewajiban Moral Politik Kebangsaan terhadap Bangsa dan Negara

21 Mei 2022 - 20:14 WIB

Gelar Doa, Yasin dan Tahlil Tujuh Hari Korban Kecelakaan Bus Ardiansyah, Taman Zakat Ajak Puluhan Anak Yatim

21 Mei 2022 - 19:55 WIB

Bupati Gus Muhdlor Pastikan Jalan Rusak di Kawasan Buduran Diperbaiki sebelum Akhir Mei

21 Mei 2022 - 19:30 WIB

700 Peserta Meriahkan Festival Rujak Uleg di HJKS ke 729

21 Mei 2022 - 18:35 WIB

Jangan Ada Calon Jama’ah Haji Batal karena Vaksin Belum Lengkap. Khofifah: Vaksinasi Covid-19 Gratis di Semua Faskes

21 Mei 2022 - 14:05 WIB

Trending di kempalanews