Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 12:20 WIB
Surabaya
--°C

Anies Jalan Keselamatan Indonesia

OLEH: Isa Ansori (Kolumnis)

KEMPALAN: Jalan panjang dan terjal telah ditempuh bangsa ini sejak diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945.

Bangsa yang oleh para pendiri bangsa dihadirkan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsanya, menghadirkan kesejahteraan dan kedamaian serta keadilan.

Gangguan kemerdekaan dialami oleh bangsa ini, mulai dari ketidakrelaan Belanda sebagai bangsa penjajah atas kemerdekaan bangsa Indonesia, rongrongan Partai Komunis Indonesia yang menjerumuskan Presiden Soekarno kepada otoritarianisme di era demokrasi terpimpin, lalu gerakan kudeta 30 September 1965, era Orde Baru yang akhirnya terjebak pada korupsi, kolusi dan Nepotisme.

Era Reformasi sejatinya adalah era yang diharapkan agar gangguan-gangguan kemerdekaan yang menghambat pemenuhan kesejahteraan rakyat dengan menghapus kolusi, korupsi dan nepotisme, ternyata tak banyak yang bisa diharapkan.

BACA JUGA: April Mop ala Anies

Dua puluh empat tahun pasca reformasi seolah menjadi titik balik bangsa Indonesia menuju titik kelam demokrasi dan upaya memenuhi tujuan bangsa ini didirikan. Bangsa Indonesia dibawah kedalam rezim otoritarianisme, haus kekuasaan dan serakah. Konstitusi menjadi barang mainan yang bisa dikendalikan oleh perselingkuhan pejabat dan oligarki, korupsi, kolusi dan nepotisme merajalela, keadilan hanya kata-kata, kedamaian hanya retorika.

Bangsa ini mengalami perpecahan, fitnah dipelihara oleh pejabat dan politisi durjana. Kehidupan berbangsa mengalami titik kelam. Sesama anak bangsa saling curiga, saling menista dan tak jarang itu dikendalikan oleh penguasa.

Siapapun yang dianggap mengganggu kekuasaannya, tak ada ampun bagi sosok itu untuk dihancurkannya.

Sejarah pernah mengisahkan tentang jalan keselamatan yang dibawah oleh Jesus. Betapa beliau harus mengalami fitnah, cacian, ancaman dan juga upaya-upaya pembunuhan.

Jesus ingin menegaskan bahwa menuju keselamatan itu butuh perjuangan, akan menghadapi hinaan, cacian dan fitnah, tapi dengan jalan itu kita akan dapatkan keselamatan dan kemenangan.

BACA JUGA: Menghidupkan Kembali Demokrasi

Sejarah pernah mengisahkan tentang jalan keselamatan yang dibawah oleh Jesus. Betapa beliau harus mengalami fitnah, cacian, ancaman dan juga upaya-upaya pembunuhan.

Jesus ingin menegaskan bahwa menuju keselamatan itu butuh perjuangan, kesabaran dan kesantunan. Dengan cara itulah orang akan mampu menghadapi hinaan, cacian dan fitnah. Dengan jalan itu kita akan dapatkan keselamatan dan kemenangan.

Sejarah kemenangan peradaban selalu dibawah oleh mereka yang akan mengalami tekanan, cacian, hinaan dan fitnah-fitnah keji. Karena mereka dianggap bukan dari kelompoknya dan mengancam kepentingan mempertahankan keserakahannya.

Dalam menghadapi suksesi kepemimpinan 2024, Anies mengalami perlakuan yang berbeda dibanding calon- calon lain. Mengapa ini bisa terjadi? Karena Anies dianggap sebagai ancaman dan Anies bukan dari kelompoknya.

Berbagai lembaga survey memang telah menempatkan Anies dan Ganjar Pranowo, serta Prabowo Subianto sebagai calon presiden yang dikehendaki oleh rakyat. Namun perlakuan berbeda dialami oleh Anies dibanding yang dialami oleh Ganjar dan Prabowo.

Anies terang-terangan dihambat, difitnah bahkan dituduh dengan berbagai fitnah yang keji yang tak pernah terbukti. Anies bergeming dengan sikapnya yang santun dan sederhana. Senyum adalah jalan dia menyemai keadilan dan persatuan untuk mewujudkan perdamaian antar ummat di Jakarta.

Anies dianggap sebagai orang yang tidak berada didalam kelompoknya, kelompok yang bisa dikendalikan oligarki. Makanya Anies harus dihadang dan dihambat. Seperti yang diucapkan oleh Ade Armando, Anies tidak boleh jadi presiden di 2024, dan yang terakhir fitnah keji PSI, melalui wakil ketua umumnya, Grace Natalia, Relawan Anies difitnah mengeroyok Ade Armando.

BACA JUGA: Memilih Presiden yang Tepat

Sudah bisa ditebak apa yang dilakukan oleh Ade Armando, Grace, PSI dan gerombolannya adalah pesanan mafia dan oligarki, agar Indonesia tak bisa mewujudkan cita-citanya bernegara, mewujudkan perdamaian, kesejahteran dan kecerdasan warganya.

Anies adalah jalan keselamatan Indonesia, Anies mengalami tuduhan, hinaan, fitnah keji dan berbagi macam tindakan-tindakan yang tak bermoral dan melukai Demokrasi, tapi Anies tetap tenang, santun dan bekerja untuk menghadirkan kesejahteraan, perdamaian dan keadilan.

Apa yang dialami oleh Anies, adalah apa yang pernah dialami oleh mereka yang berupaya menyelamatkan bangsa dan ummat manusia.

Di tengah merayakan paska bagi ummat kristiani, ada baiknya kita sebagai saudara sebangsa merenung kembali untuk menyelamatkan Indonesia dari jarahan kekuasaan rakus dan gerombolannya. Karena memang itulah pesan pengorbanan Jesus di jalan Salib. Tentang penyelamatan ummat manusia.

Semoga bangsa Indonesia menemukan kembali jalan keselamatannya. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.