Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 08:23 WIB
Surabaya
--°C

Grace Sedang Ingin dengan Anies

OLEH: Isa Ansory (Kolumnis)

KEMPALAN: Tampaknya ada pihak-pihak yang memang sedang mengail di air yang keruh. Karena otaknya memang dipenuhi dengan kekeruhan.

Ibarat air, mereka ini adalah kelompok air limbah dan berada di comberan. Nah, karena memang comberan, ya isinya selalu hal- hal kotor, jorok dan sensasi-sensasi yang berisi fitnah dan analisa dangkal. Akibatnya terjadi kesalahan logika dan penyesatan publik.

Seperti peristiwa babak belurnya Ade Armando. Ade Armando digebuki massa, saat terjadi demo mahasiswa 11 April 2022, bukan karena tidak dia tidak pernah berbuat apa-apa, tapi karena memang Ade Armando berdasar jejak rekam digital, dia telah menanam benih kekerasan bertahun- tahun. Hasilnya adalah dia digebuki oleh massa akibat benih kekerasan yang dia tanamkan.

Kita semua sepakat bahwa di alam demokrasi tak boleh ada kekerasan. Begitu juga kekerasan yang dialami oleh Ade Armando, kita tidak bersepakat. Tapi bukankah Ade Armando telah melakukan kekerasan verbal kepada banyak orang dan kelompok yang dianggap tidak segerombolan dengan dia.

BACA JUGA: April Mop ala Anies

Sehingga apa yang dialami oleh Ade Armando bukanlah sebuah kejadian yang berdiri sendiri, tapi ada kausalitas didalamnya.

Babak baru peristiwa adalah ketika kemudian dikeruhkan oleh beberapa analisa yang dikait-kaitkan dengan kelompok yang dibenci, seperti HTI, FPI dan Anies. Seperti yang dilakukan oleh Grace Natalia, PSI.

Dalam sebuah video viral yang dibuat oleh Grace dan gerombolannya, Grace kelihatan sangat antusias sekali memborbardir peristiwa yang dialami oleh Ade Armando sebagai sebuah peristiwa yang dilakukan oleh kelompok radikal dan kemudian disimpulkan sebagai kelompok dari HTI, FPI dan relawan Anies.

Sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh Grace dengan analisa dangkalnya yang sudah dipengaruhi oleh persepsi sebelumnya, sehingga penampilan Grace yang cantik kehilangan auranya, yang terlihat hanyalah seperti seekor Harimau betina yang lapar dan mengaum-ngaum tak jelas karena mencari mangsa.

BACA JUGA: Menghidupkan Kembali Demokrasi

Apa yang disampaikan Grace adalah sebuah pernyataan yang membahayakan dan cenderung memecah belah. Sehingga tak layak sebetulnya kalimat ini keluar dari seorang politisi apalagi apalagi politisi muda. Kalimat-kalimat yang keluar terlihat keluar dari konteks, kehilangan nilai moral dan menjurus pada fitnah.

Apalagi kemudian hanya berbekal sebuah screenshot WAG lalu Grace seolah pernyataannya dianggap sebagai sebuah kebenaran. Lalu menuduh relawan Anies Apik sebagai kelompok yang melakukan kekerasan.

Naif sekali yang dilakukan oleh Grace yang katanya berasal dari partai milenial. Semestinya kalau berasal dari partai milenial, maka akan sangat paham teknologi dan realitas. Kenyataannya claim sebagai partai millenial hanyalah omong kosong, karena dalam kasus kekerasan yang dialami Ade Armando, Grace tak mampu membedah teknologi komunikasi dan realitas semu dan realitas sebenarnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.