Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 01:01 WIB
Surabaya
--°C

Merdeka! Pahlawan Hakikatnya Relawan

KEMPALAN: Agustus adalah bulan khusus bagi para pejuang. Bulan ini kita memperingati hari paling sakral bagi bangsa, Hari Kemerdekaan.

Inilah hari dimana kita merayakan momentum merebut kembali kemerdekaan untuk negeri tercinta. Dan ingat, kemerdekaan yang kita raih bukanlah pemberian dari negara lain, melainkan kita rebut. 

Pertanyaannya, siapakah yang merebut kemerdekaan itu? Mereka adalah para pejuang, para relawan yang saat ini kita juluki sebagai pahlawan. 

Beberapa diantara mereka teridentifikasi dan kita amplifikasi namanya di buku sejarah, poster dinding sekolah, dan nama-mama jalan. Tetapi sebagian besar dari mereka justru tak teridentifikasi. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda Jasa yang namanya harum di surga namun tak tercatat di dunia. 

BACA JUGA  Dari Ilmu Kalam ke Krisis Tanggung Jawab: Membaca Ulang Polemik Qadha dan Qadar di Era Modern

Para pahlawan itu berjuang mencurahkan energinya dengan keterbatasan. Mereka telah mengorbankan dirinya, mendedikasikan waktu dan pikirannya bahkan bersabung nyawa, berjuang dengan hartanya bahkan semua keluarganya terlibat. untuk apa? untuk merebut kemerdekaan Indonesia. 

Maka dari itu pejuang! kita semua adalah relawan. Kita adalah anak-anak muda yang memiliki semangat pejuang yang diwariskan oleh pahlawan. Tugas kita adalah tidak lagi merebut kemerdekaan, tetapi mempertahankan dan mengisi kemerdekaan itu. Untuk apa? Untuk memenuhi janji-janji yang telah ditorehkan di atas cita kemerdekaan Indonesia. 

Apa janji cita kemerdekaan Indonesia itu? Yaitu, melindungi, mensejahterakan, mencerdaskan dan terlibat dalam ketertiban dunia. Inilah tugas kita semua, sebagai kelanjutan perjuangan dari para pejuang, dari para relawan, para founding fathers negeri yang kita cintai ini. 

BACA JUGA  AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Dilantik jadi Wakil Ketua Dewan Penggerak Masyarakat Ekonomi Syariah

Pejuang! Tema HUT RI ke-78 ini adalah “Terus Melaju Untuk Indonesia Maju”, apa artinya? Bahwa kita sebagai generasi muda tidak boleh berhenti, kita tidak boleh terlena dan stagnan. Sebagai generasi muda Indonesia harus terus maju untuk sambut harapan ke depan pancangkan mimpi setinggi-tingginya dan raih mimpi itu. 

Kita tidak boleh berpangku tangan, apalagi naifnya hanya berurun angan. Yuks! kita harus turun tangan. Lakukanlah sesuatu hal yang produktif yang bisa dilakukan tanpa menunggu nanti dan tapi.  Think big, Start small, Act Now!

Selamat memperingati HUT RI ke-78. Pejuang, Bukan? Hadapi!

Oleh: M Chozin Amirullah, Ketua Gerakan Turun Tangan

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.