Pakdhe joyo Kertomas
Saya sangat terinspirasi buku pak dahlan. Judulnya “kentut ekonomi”. Bukunya tipis tapi sangat bernas dan bergizi. Dari buku itu aku jadi mudheng bisnis abal2 ala ponzi. Kalo di solo dulu ada bisnis ginseng. Di jakarta langit biru. Di papua juga ada. Dan semuanya akhirnya nangis bareng
Bill Tenda
Abah senang sekali dengan Pakistan. Sepertinya kenangan waktu berkunjung ke sana masih membekas. Entah karena suasananya, hiruk pikuk jalan, alamnya, ataukah gadis Pashtun bermata hijau yang “i” nya 5. Sekedar informasi, Pakistan sudah membuka border sejak lama tanpa karantina dan syarat2 lainnya. Nyebrang Afghanistan via Peshawar, atau mengunjungi Murree dan Kashmir yang seperti Swiss bisa dicoba.
diabaikan kuy
kasus aa hiruk pikuk sampai 14 tuntutan mahasiswa menghilang ditelan berita AA… emang jago strategi si oom
arif lein
Memilih pemimpin sebaiknya krn kualitas, bukan sekedar popularitas ataupun keturunan darah biru.. Krn pada akhirnya yg dilihat adalah kemampuannya memimpin, menyelesaikan berbagai masalah dan membawa kemajuan
Rizky Dwinanto
Pilpres di Indonesia bulan madunya sampai bertahun-tahun. Gak puas dengan kenikmatan kekuasaan, mereka ingin memperpanjang lagi bulan madunya. Pokoknya semua harus dipuaskan dan klimaks.
Otong Sutisna
Bulan madu…. hmmmm… jadi teringat humor gusdur… ceritanya ada suami dapat isteri santri yang usia beda 30 tahunan. Waktu malam pertama sang isteri ogah melakukan kewajibannya dengan berbagai alasan. Maka sang suami pun membujuknya dan berkata; yuk dek kita melakukannya malam ini karena pahalanya sama dengan ibadah membunuh 100 kafir, coba bayangkan kalau 3x aja sudah 300 kafir yang mati. Akhirnya sang istri menyetujuinya, begitu ronde pertama selesai, langsung tancap gas lagi ; mas yuk… lagi biar tambah pahalanya 100 lagi,…. suami bilang; ok…, dan ronde 2 selesai berlanjut ke ronde 3. Ronde ke 3 selesai sang istri masih on the fire sementara sang suami sudah kelelahan dan lemas dengan lutut yoroncod. Istri bilang; yuk…. mas lagi… biar nambah pahalanya. Suami; sebentar istirahat dulu dek… nunggu musuhnya berkumpul dulu… wkwkwk #masih promo cap kadal….%%
Macca Madinah
Warbiasah permainan para politikus ya. Pantesan, nun tahun 2007, tiga tahun setelah Pilpres pertama Indonesia, saya dengan bangga cerita tentang “kemajuan” demokrasi Indonesia di suatu kelas diskusi di Suzuka. Tanggapan orang-orang Jepang di kelas itu: Dingin. Mungkin karena mereka sudah pengalaman sering dikadalin. Apa pun itu, tetap optimis, demokrasi akan membawa kita ke arah yang lebih baik, minimal karena ada “saluran” yang jelas, walaupun itu berharga sangat fantastis kalau dijalani dengan cara umum.
Gito Gati
Sebagai wong Bojonegoro, ketidak rukunan antara bupati dan wakilnya ternyata ada sisi menguntungkannya. Di mana wabup ternyata juga bertindak sebagai “oposisi”. APBD Bojonegoro yang lebih dari 5T “memaksa” Bupati melaksanakan pembangunan yang luar biasa. Jalan poros kecamatan sudah NGLENYER. Namun sangat disayangkan ternyata pemenang lelang kebanyakan orang luar Bojonegoro. Hal ini dikarenakan pengusaha kontraktor Bojonegoro tergolong “lemah” secara modal. Di sinilah wabup beraksi sebagai “supervisor” proyek2 tersebut. Sehingga ada beberapa proyek yang harus dibongkar utk dikerjakan ulang karena tdk sesuai spektek. Saya berharap, dg APBD sebesar itu Bupati punya pemikiran, sdh berapa banyak pengusaha asli Bojonegoro yang lahir sebagai efek positif dg besaran APBD. Kalau tdk, jangan salahkan kalau warga Bojonegoro berfikir Bupatinya orang dari Tuban ngapain memikirkan orang Bojonegoro.
achmat rijani
Ummi Hilal yang dulu itu liar, ganas, mainnya terbuka, membari muar tapi meolah karindangan, wan meolah karinyiman mat ai.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi