OLEH: Isa Ansori (Kolumnis)
KEMPALAN: Kita sering dihadapkan pada ketakjuban, kehebatan dan keluarbiasaan akan sesuatu, dan biasanya sering kita ditantang untuk memberi penilaian dengan satu kata untuk hal-hal tersebut, anak-anak zaman milenial biasanya memberi label “Keren”, “Mantap”, atau pilihan-pilihan kata yang menggambarkan kehebatan melebihi dari yang biasanya.
Dalam hal kepemimpinan, Anies layak menyandang julukan “keren” itu, karena Anies dalam hal menggerakkan kepemimpinannya melebihi dari rata-rata pemimpin yang ada.
Dalam sebuah tayangan video yang viral, Anies menunjukkan kemampuannya merangkai kata untuk menggambarkan bagaimana dia menjalankan kepemimpinan, apa tujuan dari memimpin dan kemudian bagaimana menggerakkan kepemimpinan.
BACA JUGA: Anies Mendominasi Persepsi dan Perbincangan Publik di Media Sosial
Anies merangkai kata-kata yang menggerakkan dan menggetarkan bagi semua yang mendengarkan. Sehingga bagi siapapun yang mendengar akan tergerak untuk berkolaborasi menjalankan apa yang Anies sedang kerjakan.
Rangkaian kata kata Anies mengingatkan kita pada Bung Karno dan Bung Tomo ketika dua tokoh perjuangan itu memompa semangat rakyat Indonesia untuk melawan penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Pernyataan Anies ibarat sedang menggugat ketimpangan yang sedang terjadi. Anies merasa gelisah dengan praktik tatanan bernegara yang sedang terjadi. Dalam pernyataannya Anies memulai dengan kata-kata:
“Republik ini hadir untuk menggelar kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”
BACA JUGA: Anies Jalan Tengah Indonesia
“Republik ini datang bukan dengan cita-cita, Republik ini datang dengan janji, Janji harus dilunasi kepada setiap anak bangsa Indonesia”
“Republik ini tidak dirancang untuk melindungi minoritas, tidak dirancang untuk melindungi mayoritas, Republik ini dirancang untuk melindungi setiap warga negara Indonesia, Tanpa syarat!”.
“Agama apapun, kepercayaan apapun, etnis apapun, bahasa apapun, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan Republik ini”.
BACA JUGA: Anieslah yang Jadi Harapan Jokowi!
“Pada saat kita merdeka, penduduk kita berjumlah 70 juta, 95 % buta huruf, mereka memiliki seluruh persyaratan untuk pesimis. Hari ini kita merdeka, penduduk kita 240 juta, hari ini penduduk yang 95 % buta huruf itu kini tinggal 8 %”.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi