Senin, 25 Mei 2026, pukul : 05:07 WIB
Surabaya
--°C

Inilah Makna Rekomendasi NasDem bagi Anies Baswedan

JAKARTA—KEMPALAN: Partai NasDem merekomendasikan tiga nama bakal calon presiden (Capres) untuk Pemilihan Presiden 2024. Rekomendasi itu sesuai dengan tema Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai berlambang “perputaran yang dinamis”. Diumumkan oleh Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh.

Tiga nama bakal Capres rekomendasi NasDem itu adalah Anies Baswedan, Andika Perkasa, dan Ganjar Pranowo. Rekomendasi tersebut berasal dari suara 34 DPW Partai NasDem.

Nama Anies Baswedan memperoleh dukungan dari 32 DPW Partai NasDem. Tentu NasDem akan mengumumkan satu nama bakal Capres menunggu momentum emasnya.

Menariknya, sebelum mengumumkan tiga nama itu, Surya Paloh berorasi penuh energi dan makna sarat filosofi sesuai tema Rakernas yaitu Restorasi: Meneguhkan Komitmen Kebangsaan.

Di tengah orasinya membahana narasi Surya Paloh: “Saya yakin dan percaya, arah angin berjalan sesuai dengan keinginan NasDem. Arah angin perubahan. Ini yang harus bisa kita baca. Sebuah tanda-tanda. Emosi publik yang dekat dengan nuansa cara berpikir NasDem. Itu sebuah modal besar. Bersiap-siaplah ke arah perubahan itu.”

Pakar komunikasi politik dari Universitas Jember (Unej), Dr. Muhammad Iqbal mengatakan, secara semiotika politik, orasi Surya Paloh itu menegaskan bahwa NasDem menghendaki perubahan rezim politik ke arah Indonesia masa depan yang lebih baik.

BACA JUGA  Perluas Branding, ITS Wakili Indonesia Pameran Pendidikan di Rusia

“Dalam arena kontestasi politik pemilu memang hanya ada dua misi yaitu continuity or change, lanjutkan atau perubahan,” kata pria yang akrab disapa Cak Iqbal saat dihubungi KBA News, Jumat malam, 17 Juni 2022.

Menurutnya, spirit orasi Surya Paloh menghendaki perubahan. Orasinya itu mengingatkan pada buku klasik Peter H. Merkl berjudul Political Continuity and Change.

Dalam buku itu, Peter Merkl menegaskan, politik dalam bentuk yang paling baik adalah usaha mencapai suatu tatanan sosial yang baik dan berkeadilan (Politics, at its best is a noble quest for a good order and justice).

“Artinya, nama Capres yang bakal diusung NasDem adalah sosok yang akan membawa perubahan untuk Indonesia. Bukan sosok yang akan melanjutkan status quo,” tandas Cak Iqbal.

Dikatakan Cak Iqbal, pertanyaan publik hari ini setelah Rakernas NasDem adalah siapa satu nama Capres dari NasDem?  Tentu hanya elite NasDem yang bisa menjawabnya.

BACA JUGA  Denny Caknan Menggoyang Direktur RS se-Jatim dalam “Gala Dinner with CEO Forum” Persi Wilayah Jatim

Tapi, di orasi itu Surya Paloh juga menegaskan kalau NasDem tidak akan mencalonkan pemimpin berdasarkan pragmatisme. NasDem mengedepankan akal sehat dan pilihan obyektif dan profesional untuk perubahan masa depan Indonesia.

“Dari narasi itu, saya membaca arah pilihan NasDem lebih condong ke Anies Baswedan,” ujar Cak Iqbal.

Fakta obyektifnya sekurangnya ada dua. Pertama, nama Anies unggul didukung mayoritas 32 DPW. Sedangkan Ganjar dan Andika jauh di bawah Anies dukungannya.

Kedua, fakta profesionalnya, selama memimpin DKI Jakarta, Gubernur Anies menorehkan banyak prestasi gemilang yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Sebaliknya, secara obyektif pula prestasi Jawa Tengah di bawah Gubernur Ganjar tidak semoncer DKI Jakarta.

Cak Iqbal menambahkan, secara komunikasi politik, strategi NasDem atas pengumuman tiga nama Capres ini adalah playing save dan mengontrol psikologi politik demi menjaring koalisi parpol yang solid menghadapi kontestasi yang sangat dinamis. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.