Sabtu, 9 Mei 2026, pukul : 20:05 WIB
Surabaya
--°C

Hindari Iming-iming, Pensiun dengan Kepala Tegak

Malu kenapa? Malu karena sudah beredar berita ke seluruh dunia, bahwa Citarum menjadi sungai terkotor di dunia. Ada bangkai binatang, ulatnya dipertontonkan. Ada bangkai kambing, potongan tubuh manusia, macam-macam. “Ada foto pak Anang (Anang Sudarna, dulu Kadis LH Jabar-red) lagi berdiri di tumpukan sampah yang juga viral. Salah satu yang memviralkan adalah Gary Bencheghib, warga Perancis naik kayak dari botol air mineral di tengah tumpukan sampah sungai Citarum. Itu saya ingat betul,” tambahnya.

Awalnya, Doni tidak begitu yakin mengenai kondisi Citarum yang begitu parah, sampai suatu ketika ia sempatkan diri membuka-buka YouTube tentang Citarum. Tayangan Citarum yang kotor juga ditayangkan di banyak negara. Bahkan ketika Doni di Vietnam, ia mendapatkan tayangan sungai Citarum yang diberi label sungai terkotor di dunia. “Saya bilang kepada prajurit Siliwangi ketika itu, bahwa bangsa kita dipermalukan. Kita tidak bisa tinggal diam,” tegasnya.

Doni pun menemukan satu-satunya strategi mengatasi masalah, yaitu dengan hidup di tengah masyarakat dalam arti sebenarnya. Kebetulan Doni bertemu ulama NU kota Bandung, M Sobirin. Diskusi menyinggung seorang filsuf Tiongkok, Lao Tze yang terkenal dengan ungkapannya, “temuilah rakyatmu, hiduplah bersama mereka, mulailah dari apa yang mereka miliki sampai akhirnya mereka mengatakan aku telah mengerjakannya.”

Penggagas Citarum Harum Letjen TNI Purn Doni Monardo dan Ketua Harian Satgas Citarum Harum, Mayjen TNI Purn Dedi Kusnadi Tamiml. (foto: yuhan)

Doni Monardo minta Kasdam III/Siliwangi ketika itu Brigjen TNI Yosua Pandit Sembiring untuk mendata jumlah perwira menengah yang siap menjadi Komandan Sektor. Dari sekitar 30 pamen, akhirnya 21 pamen khusus (Pamensus) dijadikan Komandan Sektor yang bertanggung jawab pada sektor-sektor di sepanjang sungai Citarum sepanjang 270 km. “Pak Kasdam juga saya minta melakukan survei lapangan sebelum menerjunkan para pamensus dan pasukan Siliwangi terjun ke lapangan,” katanya.

Bukan hanya itu, Doni juga minta Kakesdam III/Siliwangi, ketika itu Kolonel Ckm dr Is Prijadi untuk mengambil sampel air Citarum dan melakukan pengujian di laboratorium independen. “Beliau meninggal dunia 4 Desember 2020, semoga tenang di sisi Tuhan. Dokter Is Prijadi adalah salah satu pahlawan Citarum Harum,” kata Doni, khidmat.

Dokter Is Prijadi pun menyampaikan hasil lab. Dari situ Doni tahu air Sungai Citarum sangat tercemar. Mengandung logam berat, bakteri salmonella, e-coli, pseudomonas. Yang disebut terakhir, ternyata sangat berbahaya karena menyerang wanita, dan bisa mengakibatkan keputihan menahun. Logam beratnya juga sangat beragam, ada merkuri, sianida, cadmium, zeng, timbal, dan lain-lain.

Padahal, air Sungai Citarum termasuk yang mengalir di Kalimalang, adalah sumber air baku PDAM. Bagaimana bangsa kita mau hidup sehat, jika kondisi air yang digunakan dari air yang penuh limbah berbahaya, gugat Doni.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.