Sabtu, 16 Mei 2026, pukul : 01:51 WIB
Surabaya
--°C

Pengampunan Bagi yang Bertaubat

Pertaubatan yang tulus akan membawa beberapa hikmah bagi pelakunya antara lain; Taubat akan membawa keberuntungan atau kesuksesan, sebagimana firman Allah SWT dalam surat An-Nur ayat 31, yang artinya, “Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” Taubat juga dapat menjauhkan kita dari berbagai macam kesulitan. Taubat dapat memberi kita jalan keluar dari kesulitan hidup kita, At-Taubah ayat 126.

Bertaubat adalah termasuk ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT, karena dengan bertaubat dapat membersihkan hati, sehingga hati menjadi bahagia karena beban dosanya yang lebih ringan. Namun begitu, agar pertaubatan kita itu dapat diterima oleh Allah SWT, artinya jika dosa atau kemaksiatan itu terjadi antara seorang hamba dan Allah SWT dan tidak ada hubungannya dengan hak orang lain, ada beberapa syarat yang harust dilakukan.

Pertama, segera menghentikan semua kemaksiatan yang dilakukan sejak saat keinginan bertaubat itu muncul. Kedua, harus ada rasa penyesalan karena telah melakukan kemaksiatan. Ketiga, berniat tidak mengulangi perbuatan maksiat itu untuk selama-lamanya. Jika saja kemaksiatan yang diperbuat ada hubungannya dengan orang lain, maka selain tiga syarat taubat kepada Allah SWT harus terpenuhi, ada syarat ke Empat.

Syarat ke empat adalah melepaskan tanggungan itu dari hak orang lain. Jika tanggungan itu berupa harta atau yang serupa dengan itu, maka wajib mengembalikannya kepada orang yang berhak. Jika berupa tuduhan zina atau serupa dengan itu, atau jika maksiat itu berupa umpatan kepada orang lain, maka harus mencabut tuduhan itu dan harus meminta ampun dan meminta maaf dari orang yang telah dituduh maupun yang diumpat.

Taubat adalah sarana tazkiyatunnafs (penyucian jiwa). Jiwa manusia memiliki dua kecenderungan, yaitu kecenderungan berbuat baik dan kecenderungan berbuat jahat. Keduanya silih berganti menguasai jiwa. Taubat adalah sarana yang tepat untuk berhenti dari berbagai aktivitas, menjernihkan pikiran, mengevaluasi perjalanan hidup yang telah ditempuh dan mengingat-ingat kembali cita-cita, misi atau tugasnya di muka bumi ini. Bukankah seorang Rasulullah Muhammad SAW pun menyempatkan untuk bertaubat seratus kali setiap hari? (*)

Editor: Reza Maulana Hikam

Transkrip: Adib Muzammil

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.