Oleh: Isa Ansori (Kolumnis)
KEMPALAN: Anies tidak pernah berteriak-teriak Saya Indonesia, Saya Pancasila, tapi Anies langsung mempraktekkan bagaimana hidup ber-Indonesia. Anies sejatinya tokoh yang memahami arti kebhinekaan dan pluralitas.
Meski Anies seorang muslim, Anies di Jakarta menempatkan dirinya sebagai gubernur yang mengayomi semua warganya. Anies tak segan untuk berkunjung dan berbaur dengan warganya dari kelompok manapun dan lintas suku maupun lintas agama.
Pada perayaan Natal tahun lalu, Anies juga ikut menghadiri perayaan Natal yang dilakukan oleh ummat Kristiani dengan menyerukan Trilogi Pembangunan Beragama.
BACA JUGA: Semakin Dihadang, Anies Akan Semakin Melenggang
“Melalui suka cita dalam peringatan ini, kita bisa menggaungkan trilogi pembangunan agama,” katanya dalam akun Instagram, Sabtu, 25 Desember 2021, dikutip dari Antara.
Semangat trilogi pembangunan agama yang dimaksud Anies itu yakni persaudaraan antargereja, antarumat beragama, dan antarsemua unsur masyarakat dan pemerintah.
Dengan semangat itu, menurut dia, harapannya semua kalangan dapat bergandengan tangan dan berkolaborasi menjadikan Jakarta sebagai simpang temu lintas umat beragama. Sehingga tujuan bersama dapat tercapai yakni meraih keadilan sosial dan kesejahteraan.
BACA JUGA: Menghadirkan Pemimpin yang Melindungi
Hal yang sama juga dilakukan oleh Anies ketika menghadiri perayaan Imlek. Anies berharap pada perayaan Imlek tahun ini di Jakarta dapat menjadi momentum untuk mempererat persaudaran di DKI Jakarta.
“Atas nama Pemprov DKI Jakarta mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek ke-2573 Kongzili bagi seluruh warga Jakarta yang merayakan,” tulis Anies Baswedan sebagai status teks unggahan di akun Instagram terverifikasinya, Selasa (1/2/2022).
Yang terbaru sebagai wujud semangat ke Indonesiaan yang dikembangkan oleh Anies adalah ketika Anies menghadiri perayaan Nyepi di Jakarta.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi