Jumat, 24 April 2026, pukul : 19:50 WIB
Surabaya
--°C

Kekerasan Terhadap Wartawan Makin Marak, Jurnalisme Berkualitas adalah Oksigen Demokrasi

Sementara Dr Sunarto, dosen Prodi Magister Ilmu Komunikasi Univesitas Diponegoro Semarang dalam paparannya menyatakan, idealisme para jurnalis harus diberi ruang dan dilindungi karena itu adalah syarat mutlak menciptakan pers yang sehat dan berkualitas.

”Jurnalisme yang berkualitas itu adalah oksigen demokrasi,” ujarnya.

Sunarto menekankan, jurnalisme berkualitas harus memenuhi beberapa prinsip dasar. Kewajiban pertama, jurnalisme wajib berpihak pada kebenaran. Loyalitas jurnalisme itu kepada warga. Dan intisari jurnalisme adalah disiplin dalam verifikasi.

BACA JUGA: Dorce dan Bedug Gus Dur

“Selain itu, jurnalisme harus berlaku sebagai pemantau kekuasaan dan harus menyediakan forum publik untuk kritik maupun dukungan warga. Jadi, penting sekali jika para praktisinya harus diperbolehkan mengikuti nurani mereka,” tambahnya.

Urun Rembuk Pemikiran Akademisi dan Praktisi Media

Buku “Idealisme Jurnalis dan Inovasi Bisnis Industri Media” ini berupa book chapter yang berisikan 17 chapter atau bab, dengan melibatkan 24 penulis di dalamnya. Para penulis adalah akademisi dari berbagai universitas dan praktisi berbagai media yang urun rembuk bersama, menyampaikan berbagai pemikiran dalam hal idealisme jurnalis dan inovasi industri media.

Mereka adalah Ana Nadhya Abrar, Andreas Ryan Sanjaya, Anna Agustina, Alfito Deannova Ginting, Arba’iyah Satriani, Amida Yusriana, Dani Setiadarma, Diyah Ayu Karunianingsih, Gemuh Surya Wahyudi, Gilang Desti Parahita, Eni Maryani, Hendra Alfani, Masayu Indriaty Susanto, Lamria Raya Fitriyani, Lestari Nurhajati, Mia Dwianna Widyaningtyas, Noviawan Rasyid Ohorella, Nurul Hasfi, Priska Akwila Birahy, Rahmat Edi Irawan, Suhetris, Sunarto, Xenia Angelica Wijayanto, dan Yohanes Probo Dwi S. Sementara sebagai penyunting buku adalah Eni Maryani, Pandan Yudhapramesti, Lestari Nurhajati, dan Xenia Angelica Wijayanto.

BACA JUGA: Fenomena Baru Anies Baswedan: “Jadi Presiden ya Pak, Udah Cape Liat Indonesia yang Sekarang.”

Dr Rudi Sukandar, Direktur LP3M LSPR menuturkan, “Semoga dengan kehadiran buku yang berisi kumpulan artikel yang ditulis oleh para akademisi, wartawan, dan praktisi media ini dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk kemajuan para jurnalis, pers, dan industri media di Indonesia.”

Sementara Xenia Angelica Wijayanto, Kepala Penerbit LP3M LSPR yang sudah menjadi anggota IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia), sekaligus anggota APTI (Asosiasi Penerbit Perguruan Tingi Indonesia), menegaskan, kehadiran buku ini menjadi awal untuk kolaborasi antara para akademisi, jurnalis, dan praktisi media lainnya. Untuk terus mencari dan menemukan berbagai inovasi baru yang berkaitan dengan keberadaan media.

“Kami penerbit LP3M LSPR juga akan terus menerbitkan buku-buku yang bisa diakses secara online oleh semua pihak,” ujarnya. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.