Senin, 1 Juni 2026, pukul : 21:10 WIB
Surabaya
--°C

5 Hari Operasi Militer Rusia: Apa Saja yang Sudah Terjadi?

Ledakan di Kharkiv-Factual News

MOSKOW-KEMPALAN: Operasi Militer yang dilakukan oleh Rusia kepada Ukraina sudah memasuki hari kelima.

Berita ini akan meringkas peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan konflik tersebut.

 

Dialog antara Rusia-Ukraina

Pihak Rusia dan Ukraina sudah melakukan dialog di perbatasan Belarusia untuk membicarakan terkait gencatan senjata dan perihal lainnya.

Hasil dari diskusi tersebut kemudian dikatakan akan dibicarakan lebih lanjut oleh pihak Rusia dan Ukraina.

 

Perbincangan antara Putin-Macron

Presiden Rusia yaitu Putin dan Presiden Prancis yaitu Macron sudah berbicara mengenai permasalahan Ukraina pada hari kelima.

Putin mengatakan kepada Putin bahwa pihaknya akan berhenti menduduki Kyiv ketika sudah berhasil melakukan demiliterisasi dan de-nazifikasi.

BACA JUGA  Bambang Haryo Sebut Kepuasan Jemaah Haji 2026 Jadi Cerminan Keberhasilan Pemerintah

 

Bantuan dari Barat (Lagi)

Beberapa negara Barat masih melakukan bantuan berupa persenjataan kepada Ukraina untuk melawan Rusia.

Pada hari kelima, Finlandia menyetujui untuk mengirimkan 2,500 senjata laras panjang dan 1,500 senjata anti-tank.

 

Ukraina Sebut Pasukan Militer Rusia Semakin “Melambat”

Pasukan Militer Ukraina mengatakan bahwa pasukan militer Rusia semakin melambat dalam tindakan ofensifnya di beberapa kota di Ukraina.

 

Moskow Kuasai Selatan Ukraina

Pihak Rusia semakin berkuasa di Selatan Ukraina dengan adanya klarifikasi dari pihak Ukraina bahwa kota Berdyansk dan Kherson sudah dalam kontrol Rusia.

 

11 Warga Sipil Terbunuh di Kharkiv

Setidaknya terdapat 11 warga sipil yang terbunuh pada hari kelima Operasi Militer Rusia tersebut di kota terbesar kedua yaitu Kharkiv.

BACA JUGA  Iduladha 1447 H: DPD PAN Sidoarjo Tebar 700 Kantong Daging Kurban, Sasar Ojol dan UMKM

 

Bank Sentral Rusia makin “Hancur”

Pihak Bank Sentral Rusia mengatakan bahwa pihaknya sedang menganalisis tindakan kedepannya untuk dapat mendukung ekonomi dalam negerinya dalam rangka hancurnya ekonomi akibat banyaknya sanksi yang diberikan kepada Rusia.

 

500 Ribu Pengungsi

Filippo Grandi yang merupakan ketua dari Badan PBB yang mengurusi Pengungsi yaitu UNHCR mengatakan bahwa pada saat ini, terdapat lebih dari 500 ribu pengungsi dari Ukraina yang kabur ke negara-negara sekitar.

(Muhamad Nurilham, diambil dari beberapa sumber)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.