Senin, 22 Juni 2026, pukul : 01:42 WIB
Surabaya
--°C

Iran: Rezim Mafia AS yang Ciptakan Krisis Ukraina

Ali Khamenei-BBC

TEHERAN-KEMPALAN: Iran sangat berharap bahwa konfik yang ada antara Rusia-Ukraina cepat berakhir, namun di sisi lain, Iran sangat percaya bahwa akar dari Krisis Ukraina-Rusia berasal dari AS dan negara Barat lainnya.

Hal tersebut diucapkan oleh Pimpinan Tertinggi Iran yaitu Ayatullah Ali Khamenei dalam pernyataannya pada Selasa (1/3).

“Di Ukraina, kami berharap bahwa peperangan cepat usai” ucap Khamenei

“Namun kami percaya bahwa konflik tersebut berakar dari kebijakan-kebijakan dan tindakan dari kekuatan Barat” ucap tambahnya.

Khamenei mengatakan bahwa Rezim Mafia As yang telah menciptakan banyak krisis yang ada di dunia internasional pada saat ini, termasuk pembuatan ISI dan juga intervensinya di beberapa negara dengan menerapkan pemerintahan yang Pro-Barat.

BACA JUGA  Polisi Pacu Petani Serius Garap Lahan Jagung di Desa Durungbedug

Ukraina dikatakan sebagai korban dari tindakan Barat dan terseret dalam permasalahan yang dibuat oleh Barat sendiri.

Dalam pernyataannya yang sangat panjang pada Selasa (1/3), tidak sama sekali Pimpinan Tertinggi Iran tersebut menyebutkan Rusia.

Ia mengatakan bahwa ia telah memelajari dua pelajaran utama yang didapatkan dari Krisis Rusia-Ukraina yaitu bahwa Barat tidak bisa dipercaya.

Khamenei juga menyebutkan bahwa dukungan dari rakyat dalam negeri sangat penting, dan jika warga Ukraina dapat percaya sepenuhnya kepada pemerintahnya, maka mereka tidak akan berada di krisis pada saat ini.

Presiden Iran yaitu Raisi juga memiliki pandangan yang sama dengan Pimpinan Tertinggi Iran yaitu Khamenei.

Raisi telah melakukan panggilan telepon kepada Putin secara langsung dan mengatakan bahwa tindakan ekspansi NATO memang merupakan ancaman yang nyata kepada keamanan dan stabilitas Rusia.

BACA JUGA  Khofifah Dampingi Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno dan Gus Dur

Menteri Luar Negeri Iran juga menyatakan hal yang sama bahwa akar permasalahan pada saat ini berasal dari NATO dan mendesak permasalahan tersebut untuk diselesaikan melalui upaya diplomasi.

(Muhamad Nurilham, Aljazeera)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.