Sabtu, 18 April 2026, pukul : 16:50 WIB
Surabaya
--°C

Pemprov DKI Berangkatkan Satgas Kolaborasi Kemanusiaan untuk Gempa Pasaman Barat

JAKARTA-KEMPALAN: Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, secara resmi memberangkatkan Satgas Kolaborasi Kemanusiaan untuk membantu korban gempa bumi di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Apel pelepasan berlangsung di Kantor BPBD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (1/3). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 yang menimpa wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat pada hari Jumat, 25 Februari 2022.

Satgas Kolaborasi Kemanusiaan untuk Gempa Pasaman Barat berjumlah 80 orang yang terdiri dari berbagai unsur kolaborasi perangkat daerah dan institusi lainnya, seperti BPBD DKI Jakarta (28 orang), Dinas Gulkarmat DKI Jakarta (15 orang), Dinas Kesehatan DKI Jakarta (6 orang), Dinas Sosial DKI Jakarta (6 orang), Satpol PP DKI Jakarta (15 orang), Dinas Kominfotik DKI Jakarta (2 orang), BAZNAS (Bazis) DKI Jakarta (5 orang), dan Ikatan Keluarga Minang (3 orang).

“Kita berkumpul di tempat ini karena ada saudara kita di lokasi yang berbeda pulau mengalami bencana alam. Gempa bumi adalah bencana alam di luar kendali manusia dan saudara kita yang berada di Kabupaten Pasaman Barat merasakannya. Lokasi gempanya jauh dari Jakarta, tapi perasaan terdampak gempa terasa smpai di Ibu Kota,” ucap Gubernur Anies dalam sambutannya.

BACA JUGA: Bincang Urban 20, Pemprov DKI-Jawa Barat Sepakat Dorong Peran Anak Muda dan Digitalisasi Ekonomi

Gubernur Anies menyebut bahwa pengiriman Satgas ini juga merupakan bentuk solidaritas. Maka dari itu, para anggota Satgas nantinya akan mewakili Pemprov DKI Jakarta, warga Jakarta dan saudara sebangsa untuk membantu para korban yang terdampak bencana gempa di Pasaman Barat.

“Saudara kita di sana mengalami dampak dan kita Jakarta sebagai tempat berkumpulnya dari seluruh wilayah Nusantara, hari ini menunjukkan solidaritas, karena Bapak/Ibu akan berangkat ke sana atas nama Pemprov DKI dan seluruh warga Jakarta. Hadir ke sana untuk membantu meringankan beban, mengisi kekurangan, Insya Allah saudara kita di Pasaman Barat akan bisa bangkit pulih dan menjalankan kehidupan semula,” tutur Gubernur Anies.

“Selama di penugasan, ingatlah setiap bertemu dengan orang bahwa kita hadir untuk meringankan mereka, kerjakan sepenuh hati dan tuntas. Apapun yang bisa dikerjakan dan ringankan, datangi mereka. Saya mewakili warga Jakarta dan Pemprov DKI juga mewakili saudara sebangsa,” lanjutnya.

Gubernur Anies juga berpesan agar para anggota Satgas yang bertugas dapat meninggalkan kesan positif dan membantu warga menyelesaikan berbagai keluhan terkait bencana gempa. Harapannya, akan muncul perasaan dan suasana yang positif dan kondusif, sehingga mempercepat masyarakat Pasaman Barat dapat bangkit dan pulih.

BACA JUGA: Pemprov DKI Terima Penghargaan Capaian Realisasi Investasi Tahun 2021

“Dalam setiap interaksi, tinggalkan kesan positif, tinggalkan kesan yang menyenangkan, jangan pernah sedikitpun membawa perasaan negatif. Jika ada keluhan di tempat bencana, maka Anda jawab, ‘saya mewakili untuk menyelesaikan apa yang dikeluhkan’,” ujar Gubernur Anies.

“Jika ada yang berkata ‘terima kasih dari Jakarta sudah datang dari tempat lain belum’, maka jawab ‘saya mewakili tempat lain yang tidak Anda sebutkan’, katakan ‘saya mewakili mereka’ supaya kita sadar bahwa kehadiran kita mewakili semua dan di sana bangun suasana positif dan kondusif,” pesannya.

Misi kemanusiaan ini berlangsung selama 10 hari, mulai Selasa, 1 Maret 2022 hingga Rabu, 10 Maret 2022. Satgas Kolaborasi Kemanusiaan membawa berbagai bantuan peralatan dan logistik, di antaranya terpal (300 lembar), matras tidur (300 lembar), makanan siap saji (1.200 kaleng), makanan ringan (300 kaleng), masker kain dan medis (masing-masing 50.000 buah), kasur (165 buah), velbed (100 buah), karung (2.000 buah), dan hand sanitizer (480 botol).

Selain bantuan dalam bentuk peralatan dan logistik, Satgas Kolaborasi Kemanusiaan juga akan memberikan dukungan pemulihan terhadap sarana dan prasarana terdampak gempa bumi serta layanan dukungan psikososial (LDP) dan layanan kesehatan bagi para penyintas yang berada di lokasi pengungsian. Adapun kendaraan dan sarana prasarana yang juga dibawa dalam misi kemanusiaan ini terdiri dari Mobil Operasional (4 unit), Mobil Ambulance (2 Unit), Mobil Bus Personel (1 Unit), Motor Operasional (2 Unit), Peralatan SAR Perkotaan (1 Paket), Tenda Pengungsi (2 unit), dan Tenda Dapur Umum (1 Unit). (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.