Sabtu, 20 Juni 2026, pukul : 22:45 WIB
Surabaya
--°C

Hannah Arendt dan Banalitas Kejahatan Politik Kita

Biodata dan Karya

Hannah Arendt lahir pada 14 Oktober 1906 – 4 Desember 1975, dalam keluarga Yahudi sekular berasal dari Prusia Timur, di kota Linden yang waktu itu merupakan kota independen (kini bagian dari Hanover) dan dibesarkan di Königsberg (kota tempat tinggal pendahulunya yang dikaguminya, Immanuel Kant) dan Berlin.  Masa kecil Arendt ditandai dengan glorifikasi budaya Jerman di tengah tumbuhnya anti-semitisme.

Disertasi Arendt diterbitkan pada 1929, namun Arendt dihalangi ketika ia ingin menyusun tulisan habilitasi – karya tulis sesudah penulisan disertasi yang merupakan prasyarat untuk mengajar di universitas Jerman – pada 1933 karena ia seorang Yahudi. Setelah itu ia meninggalkan Jerman dan pergi ke Paris.

Di sana ia berjumpa dan bersahabat dengan kritikus sastra dan mistikus Marxis Walter Benjamin. Sementara di Prancis, Arendt bekerja untuk mendukung dan membantu para pengungsi Yahudi. Namun, karena sebagian wilayah Prancis diduduki militer Jerman setelah Prancis menyatakan perang pada Perang Dunia II, dan dideportasinya orang-orang Yahudi ke kamp-kamp konsentrasi, Hannah Arendt harus melarikan diri dari Prancis.

BACA JUGA  99 Tahun Bersama, Persebaya Surabaya Wajib Juara Liga 1: Momentum Emas 99 Tahun dan "Jimat 4D" Cak Dul!

Pada 1940, ia menikah dengan penyair dan filsuf Jerman Heinrich Blücher. Pada 1941, Hannah Arendt melarikan diri bersama suami dan ibunya ke AS atas bantuan diplomat Amerika Hiram Bingham IV, yang secara ilegal mengeluarkan visa untuknya dan sekitar 2.500 orang pengungsi Yahudi lainnya.

Setelah World War II ia melanjutkan hubungannya dengan, dan memberikan kesaksian untuknya dalam pemeriksaan denazifikasi Jerman. Pada 1950, ia menjadi warga negara AS berdasarkan naturalisasi, dan pada 1959 menjadi perempuan pertama yang diangkat ke dalam jabatan profesor penuh di Universitas Princeton.

Ketika meninggal dunia pada 1975, Hannah Arendt dikebumikan di Bard College di Annandale-on-Hudson, New York, tempat suaminya mengajar selama bertahun-tahun.

BACA JUGA  Tanpa Ideologi: Negara Jadi Banci

 

Karya-karya terpilih

* Der Liebesbegriff bei Augustin. Versuch einer philosophischen Interpretation [Pertobatan Augustinus: Suatu upaya interpretasi filsafati] (1929)

* The Origins of Totalitarianism (1951)

* Rahel Varnhagen: The Life of a Jewish Woman (1958)

* The Human Condition (1958)

* Between Past and Future (1961)

* On Revolution (1963)

* Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil

* Men in Dark Times [Manusia pada Saat-saat Gelap] (1968)

* Crises of the Republic: Lying in Politics; Civil Disobedience; On Violence; Thoughts on Politics and Revolution (1969)

“Civil Disobedience”

* The Jew as Pariah: Jewish Identity and Politics in the Modern Age

* Life of the Mind (1978)

 

(Kumara Adji Kusuma adalah redaktur kempalan.com dan dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan Penanggung Jawab LKBH Umsida)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.