Sabtu, 20 Juni 2026, pukul : 22:49 WIB
Surabaya
--°C

Hannah Arendt dan Banalitas Kejahatan Politik Kita

Sosok Arendt

Arendt seringkali digambarkan sebagai filsuf, meskipun dia selalu menolak label itu dengan alasan bahwa filsafat berurusan dengan ”manusia dalam pengertian singular.” Ia menggambarkan dirinya sebagai seorang teoretikus politik karena karyanya berpusat pada kenyataan bahwa ”manusia pada umumnya, bukan Manusia saja, hidup di muka bumi dan menghuni dunia ini.”

Tumbuh menjadi remaja cantik yang menjadi dewasa sebelum waktunya, Arendt masuk Marburg University pada 1924. Di sana dia takluk pada kepiawaian pemikiran gurunya yang kemudian menjadi cinta terbesarnya: Martin Heidegger, sang filsuf eksistensialis yang terkenal. Arendt pun menggelar gerakan bawah tanah dan juga perselingkuhannya dengan sang profesor yang telah beristeri selama empat tahun itu.

Meski tampaknya dia menderita dengan hubungan tersebut, namun dari surat-menyuratnya menjelaskan bahwa ketika Perang Dunia telah usai dia melanjutkan kembali persahabatannya dengan Heidegger yang dia sebut ”raja tersembunyi” itu, dan mempromosikan karyanya di samping fakta bahwa Heidegger telah mendukung Hitler pada tahun-tahun awal dari Reich Ketiga. Percabangan etika terkait hubungan Arendt dengan Heidegger—apa yang Arendt sendiri menyebut cinta ”bintang tersilang”—telah menjadi perhatian keilmuan tersendiri.

Kemudian, di universitas Heidleberg, di bawah bimbingan Karl Jaspers—seorang filsuf dan psikiatris yang sekaligus sebagai teman dan figur ayah bagi Arendt—dia menulis disertasi doktoralnya tentang cinta dalam persepktif St. Agustinus, sosok yang paling ternama di kalangan gereja. Karya itu adalah sebuah subjek yang tak biasa bagi sarjana muda yang bermaksud untuk mendefinisikan keyahudian dirinya, namun kemudian berbagai pemikiran dan tindakan Arendt memang tak pernah biasa.

Pada 1929, Arendt memasuki satu jenjang pernikahan yang singkat dengan Gunther Stern, seorang rekan mahasiswanya. Ketika Hitler berkuasa pada 1933, Mereka terbang bersama ibunya melalui Cekoslowakia ke Paris, tempat Arendt melanjutkan tulisannya dan melakukan kerjsa sosial untuk beberapa organisasi Yahudi. Dia dan Stern bercerai pada 2936, ketka dia bertemu Heinrich Blucher, seorang kritikus Marxis yang berasal dari kelas pekerja.

BACA JUGA  Mengenal Glory Harimas Sihombing Tersangka ke-6 Skandal Megakorupsi BGN

Setelah selama enam pekan penginterniran di sebuah kamp di selatan Prancis, Arendt—yang sebelumnya tidak pernah mempertimbangkan emigrasi—keluar pada 1941 dengan ibunya dan Blucher ke New York. Untuk membantu kehidupan mereka, Arendt menulis artikel untuk jurnal bergengsi The Nation, The New York Review of Books, dan Partisan Review dan mengajar paro-waktu di Brooklyn College.

Pada periode tersebut, Arendt menulis bukunya yang paling berpengaruh The Origins of Totalitarianism (1951), sebuah karya tiga bagian yang mengeksplorasi hubungan antara imperialisme dan antisemitisme abad ke-19 dan dan dua bentuk totalitarianisme abad ke20 yang paling dominan, Nasional Sosialisme dan Komunisme.

Bagi Arendt, Hitler dan Stalin menjadi personifikasi krisis abad modern, para pemimpin yang berkuasa dengan mengeksploitasi ”kesepian terorganisasi” sebagai masyarkat massa. Alienasi dan fragmentasi sosial ini telah menjadikan orang biasa yang sangat lemah terhadap ideologi para tiran modern. Ekspresi fisikal dari para tiran ini, yang, dia observasi, tak memiliki preseden dalam despotisme klasik, adalah kamp konsentrasi, sebuah kejahatan baru dan ”radikal.” Popularitasnya meningkat seiring dengan publikasi The Human Conditions (1958), dipuji oleh banyak kalangan sebagai sebuah masterpiece dalam filsafat politik.

Arendt menjadi wanita pertama yang ditunjuk sebagai sorang profesor penuh di Princeton University pada 1959, dan sebagai visiting professor di Coumbia University pada tahun berikutnya. Pada 1960an, dia mengajar di University of Chicago dan New School for Social Research. Pada masa ini, dia mengedit versi bahasa Inggris dua volume buku karya Jasper The Great Philosophers, dan mengajar di banyk tempat, mengunjungi Heidegger dan Jasper dalam sebuah tour yang membawanya ke Eropa.

BACA JUGA  Indonesia Disergap Kekuatan Kapitalis Cepat atau Lambat Akan Tumbang – NKRI Tinggal Nama

Meski dia tak ingin apa-apa selain kembali pada pencarian filosofisnya—terutama buku yang tengah dia susun berujudul The Life of the Mind, sebuah buku yang menjadi pendamping dari The Human Condition—Arendt menemukan dirinya menulis komentar politik pergolakan peristiwa pada era 1970an. Pemikirannya menantang kategorisasi; tulisan-tulisannya tak pernah bisa terklasifikasi secara rapi baik sebagai konservatif atau liberal. Demikian juga, dia ditarik pada Zionisme namun dia sangat jijik oleh militansi chauvinisme Israel. Arendt mengakui, dia menjalani hidup dari apa yang dia sebut ”kaum kasta paria (rendah) yang sadar secara politik.”

Karya Arendt membahas hakikat kuasa, dan topik-topik politik, wewenang, dan totalitarianisme. Banyak dari tulisannya terpusat pada pengukuhan konsepsi tentang kebebasan yang sinonim dengan aksi politik kolektif. Dalam argumentasinya melawan asumsi libertarian bahwa “kemerdekaan dimulai ketika politik berakhir,”

Pada 1975, kegagalan jantung menghentikan kerja singkat Arendt pada volume kedua dari The Life of the Mind, membungkam salah satu suara di era modern yang paling terpelajar dan penuh gairah. Salah satu dari intelektual yang paling aktif pada abad ke-21, kehadirannya di forum publik era ini telah meninggikan kualitas wacana. Tulisan-tulisannya tentang Holocaust dan totalitarianisme meneguhkan Arendt sebagai pemikir politik yang besar; berbagai pandangannya, meski muncul kontroversi, selalu merangsang orang untuk berfikir. Hanya sedikit filsuf abad ke-20 lainnya memiliki intelek, integritas, dan ketinggian moral yang setara dengannya.(*)

Next: Biodata dan Karya

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.