Jumat, 17 April 2026, pukul : 12:38 WIB
Surabaya
--°C

Wayang

Pandawa adalah simbol nilai-nilai kebaikan, righteousness, dan keutamaan, virtues. Tetapi, secara personal, masing-masing anggota Pandawa punya kelemahan moral, moral weakness. Puntadewa yang disebut sebagai berdarah putih, karena tidak pernah menyakiti hati orang lain, punya kebiasaan berjudi, sampai akhirnya harus menggadaikan negara dan keluarganya kepada lawan main judinya.

Werkudara ksatria jujur tapi kasar dan tidak mengenal unggah-ungguh. Arjuna yang jago perang tanding juga jago main perempuan, don juan kelas wahid, lelananging jagat, yang tidak ada duanya di muka bumi. Nakula-Sadewa si kembar adalah ksatria medioker yang memainkan peran ‘’penjangkep’’.

Secara kolektif Pandawa adalah simbol keutamaan yang bakal menang melawan angkara murka kezaliman. Pada akhirnya, kebenaran memperoleh kemenangan, meski harus dilakukan dengan membantai seluruh keluarga lawan, termasuk para sesepuh dan guru-guru Pandawa sendiri.

BACA JUGA: Kotak Amal

Dalam meraih kemenangan itu segala taktik dan strategi dipakai, termasuk trik dan muslihat yang paling licik. Desepsi, penipuan, insinuasi, fitnah, hoax, disinformasi, propaganda, dan semua trik dipakai dalam Baratayuda untuk mengalahkan musuh.

Pada akhirnya Pandawa memperoleh kemenangan. Tetapi kemenangan itu dicapai dengan segala macam cara. Machiavelli tidak mengutip Baratayuda, atau Baratayuda tidak pernah menyebut Machiavelli. Tetapi, trik Machiavelli untuk mencapai kekuasaan dengan berbagai cara ‘’the end justifies the mean’’ dipakai semua dalam Baratayuda, baik oleh Kurawa maupun Pandawa.

Chief strategist, ahli strategi utama Pandawa adalah Prabu Kresna, Raja Dwarawati sekutu utama Pandawa. Kresna adalah manusia setengah dewa karena dia titisan langsung dari Dewa Wisnu. Kresna menjadi penasihat politik sekaligus pembisik paling dipercaya oleh kelima Pandawa.

Kresna seorang politisi yang pragmatis. Ia ahli strategi dan jago motivasi. Nasihat dan analisis politiknya selalu didengar dan dijalankan oleh Pandawa. Kresna menjadi motivator yang jempolan bagi Puntadewa yang selalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan strategis.

Dalam sebuah babak pertempuran Baratayuda yang sangat menentukan, terjadi perang tanding head to head antara Arjuna, senapati tertinggi Pandawa, melawani Adipati Karna, panglima tertinggi Kurawa. Adipati Karna mempunyai kesaktian hebat dan punya senjata sakti Kontajaya yang mematikan. Kalau Adipati Karna turun ke palagan sudah hampir pasti pasukan Pandawa hancur.

Prabu Kresna memutar otak semalam suntuk. Akhirnya diputuskan bahwa Pandawa harus diwakili oleh Arjuna dalam pertempuran esok hari, karena hanya Arjuna yang punya kesaktian sebanding dengan Adipati Karna.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.