Kepad beberapa teman seperkopian yang memang biasa melakukan kegiatan ngopi pagi juga saya ajukan pertanyaan mengapa mereka melakukan budaya ngopi pagi. Berbagai tanggapan dan alasanpun muncul dari mereka.
Salah satu teman saya Irfan yang merupakan pegiat ngopi pagi menanggapi bahwa kegiatan ngopi pagi memang memiliki kesan sendiri, “Lebih tenang, dan bisa lebih khusyu’ ketika mencurahkan isi hati atau kepala kepada teman semeja perkopian,” tutur Irfan dengan santai saat ditanyai perihal ngopi pagi.
Beda halnya dengan salah satu teman saya, Lalu. Menurutnya ngopi pagi dapat menghasilkan kreatifitas dan menghilangkan beban over thingking ketika di kamar dan tidak bisa tidur. Memang teman saya yang satu ini sangat sulit untuk melakukan aktifitas tidur di malam hari.
Pengunjung kopi yang saya temui selanjutnya ialah Fuad. Ia menjawab dan menanggapi pertanyaan saya sambil tersenyum dan sedikit tertawa, “Aku, ngopi pagi ya karena aku baru bangun, dan tidak bisa tidur lagi. Lalu bingung mau ngapain ya sudah aku ke kopian saja, sambil menunggu matahari terbit dan menikmati dinginnya udara pagi malang kan,” jelasnya.
Budaya ngopi pagi ini tergolong sangat masif di Malang. Memang ada sensasi tersendiri ketika kita melakukan kegiatan ngopi pagi. Di samping tidak terlalu ramai dan tentunya tenang, sangat cocok bila digunakan untuk mengerjakan tugas atupun skripsi.
Ditambah udara dingin Malang yang juga membawa membawa ide-ide brilian ketika pagi menjelang. Plus keindahan matahari terbit yang kita bisa nikmati ketika kita sedang asyik mengopi di pagi hari, seolah-olah harapan dan semangat baru muncul saat itu juga. (Mochamad Alfaizi)
Editor: Freddy Mutiara

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi