SURABAYA-KEMPALAN: Kebijakan kelonggaran di PPKM level 4 yang dilakukan pemerintah Kota Surabaya membuat sedikit harapan bagi para pemilik warga untuk melakukan aktivitas maupun usahanya.
Salah satu yang sangat terasa adalah para pengusaha warkop yang senantiasa menyambut kebijakan ini.
Meskipun demikian, “pelonggaran yang diberikan pemerintah selama PPKM Level 4 masih belum signifikan mendatangkan konsumen,” ujar Slamet selaku koordinator Aliansi Warkop Surabaya kepada kempalan.com, Rabu (4/8).
Walaupun sudah diberi kelonggaran bisa menikmati minum dan makan dengan kapasitas pengunjung 50 persen di warung, bisa duduk [dine-in] sampai 20 menit. Tapi tetap, rasa khawatir konsumen itu masih ada. terhadap razia prokes atau penyeberan virus covid-19. Jadi selama ini sepi-sepi saja,” imbuhnya.
Cak slamet selaku koordinator Aliansi Warkop Surabaya mengaprisiasi pemerintah kota surabaya yang telah memberikan bantuan paket sembako kepada warkop yang tegabung di aliansi warkop surabaya itu bertepatan dengan diberlakukan kebijakan pemerintah, yaitu PPKM Level 4 hingga 9 Agustus mendatang.
Menurut Cak Lem salah satu pemilik warkop, mengharapkan pemerintah kota surabaya mencarikan skema solusi bagi pelaku usaha kecil (warung kopi) dalam meningkatan pendapatan di masa pandemi ini agar pelaku usaha tidak gulung tingkar sampai saat ini solusi pemerintah surabaya hanya bantuan sembako untuk meringankan kebutuhan harian kami pelaku usaha warung kopi (warkop) “tapi bantuan itu tidak bisa menutup modal dan membeli perlengkapan jualan untuk keesokan harinya.” (Femal)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi