Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 22:00 WIB
Surabaya
--°C

Hijab

Situasi panas di India sekarang dipicu oleh aturan seragam sekolah yang dianggap diskrimitaif terhadap orang Islam. Ratusan mahasiswa dan siswa di negara bagian Karnataka melakukan aksi protes terhadap larangan memakai hijab ini. Aksi berlangsung panas dan para mahasiswa mendesak aturan itu dicabut.

Sejumlah sekolah di Karnataka melarang siswanya yang berhijab untuk mengikuti kelas. Hal ini mengacu pada perintah pemerintah daerah untuk aturan seragam yang ditetapkan kementerian pendidikan. Pihak sekolah mengklaim bahwa larangan hijab sesuai dengan peraturan menteri pendidikan.

‘’Kami akan terus berunjuk rasa sampai pemerintah berhenti menghina mahasiswa. Kami ingin hak-hak dasar kami kembali. Anda tidak dapat mengambil hak kami.’’ Begitu teriak Tasmeen Sultana, salah satu pengunjuk rasa.

Ada sekitar 12 persen populasi muslim di Karnataka. Pemerintah negara bagian ini diperintah oleh Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) di bawah Perdana Menteri Narendra Modi yang dikenal sebagai nasionalis Hindu radikal. Beberapa kebijakan Modi dianggap diskriminatif sehingga menimbulkan protes dan kerusuhan di berbagai wilayah India.

BACA JUGA  Trofi FIFA: Piala Dunia Rasa Arisan

Kali ini pun Modi dengan tegas membela pemerintah daerah untuk menerapkan larangan berhijab. Partai oposisi dan kritikus menuduh pemerintah BJP di tingkat federal dan negara bagian mendiskriminasikan populasi muslim minoritas. Modi bergeming dan mempertahankan kebijakannya.

Kontroversi hijab ini menyebar memicu aksi unjuk rasa di berbagai daerah di India, seperti di Madhya Pradesh dan Puducherry. Unjuk rasa baik yang mendukung maupun yang menentang terjadi di beberapa kota saat ini, dari Mumbai hingga Hyderabad.

Sekitar 80 persen penduduk India memeluk Hindu. Setelah pemisahan India-Pakistan pada 1947, sepuluh juta warga Hindu dan Sikh terpaksa keluar dari Pakistan, dan tujuh juta muslim harus pindah dari India.

Namun, masih banyak penduduk beragama Islam yang enggan pindah ke Pakistan. Begitu pula sebaliknya. Ketika Pakistan didirikan untuk mewadahi umat Islam dalam rangka kemerdekaan India, jutaan Muslim beremigrasi. Sejak itu, mereka yang tetap bertahan di India dan diperlakukan berbeda oleh orang-orang Hindu.

BACA JUGA  Misi Emas Porprov X: Skuad Voli Putra Surabaya Mulai Terbentuk

Benih ketidakpercayaan dan kecurigaan diperkuat oleh fakta bahwa kaum Muslim memiliki sistem masyarakat yang tidak dapat disesuaikan dengan sistem kasta umat Hindu. Dengan cara ini, kedua kelompok agama hidup berdampingan, tetapi dengan persepsi berbeda.

Perselisihan antar dua kelompok masyarakat ini beberapa kali meletup dan memicu kerusuhan. Pada 1984, sekitar 3000 orang dari kelompok Sikh tewas dalam huru-hara yang dipicu oleh pembunuhan perdana menteri Indira Gandhi, yang dilakukan oleh dua pengawalnya yang berasal dari kelompok Sikh.

Pada Desember 1992 ribuan kelompok Hindu garis keras menyerbu sebuah masjid di Ayodhya di utara India. Masjid ini diyakini berdiri di atas situs kuil Dewa Rama. Masyarakat Hindu radikal ingin menghancurkan masjid dan mendirikan kuil di atasnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.