Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 22:00 WIB
Surabaya
--°C

Hijab

Bagi nasionalis Hindu, masjid abad ke-16 ini melambangkan dominasi muslim atas tanah mereka. India adalah tempat kelahiran Hindu, sekitar 2.500 tahun yang lalu. Islam pertama kali datang ke Asia Selatan sekitar abad ke-12, dan sebagian besar wilayahnya berada di bawah kekuasaan kerajaan Muslim Mogul pada saat masjid ini dibangun.

Kelompok nasionalis Hindu berkeras Dinasti Mogul menghancurkan kuil Hindu yang diyakini menjadi tempat kelahiran Dewa Rama untuk membangun masjid. Ratusan orang tewas dalam kekerasan yang kemudian terjadi di seluruh penjuru negeri akibat kejadian tersebut.

Satu dekade kemudian, seribu orang, yang kebanyakan Muslim, menjadi korban dalam kerusuhan yang dipicu dari sekelompok orang yang membakar kereta penuh dengan aktivis Hindu di Gujarat.

Kerusuhan antar dua kelompok agama yang lagi-lagi terjadi tidak hanya dipenuhi dengan kisah korban pengeroyokan, tetapi juga soal penduduk beragama Hindu yang ikut membantu penduduk muslim menghindari kepungan kelompok garis keras.

BACA JUGA  Misi Emas Porprov X: Skuad Voli Putra Surabaya Mulai Terbentuk

Mohamad Chotu, yang bersembunyi setelah menyaksikan saudaranya ditembak mati oleh para perusuh, bertahan hidup bersama istri dan kelima anaknya setelah seorang Hindu menyembunyikannya di rumahnya.

Benua India melahirkan dua tokoh kelas dunia, Mahatma Gandhi dan Muhammad Iqbal yang diakui sebagai pemikir politik paling terkemuka di Asia dan pemikirannya berpengaruh ke seluruh dunia. Gandhi berlatar belakang Hindu dan Iqbal muslim.

Iqbal seorang filusuf dan penyair, menjadi pejuang anti-penjajahan Inggris. Sebagai pemikir muslim Iqbal memperjuangkan kebangkitan peradaban Islam dengan mengadopsi ilmu pengetahuan Barat tanpa harus mengadopsi budaya barat, terutama kapitalisme dan imperialisme.

Mahatma Gandhi memperjuangkan kemerdekaan India dari penjajahan Inggris dengan gerakan damai, satyagraha, swadesi, dan hartal untuk membangun kemandirian dari kolonialisme Inggris. Pemberontakan sosial yang bersifat damai ini akhirnya mampu memaksa Inggris untuk memberikan kemerdekaan kepada India.

Pemberontakan intelektual Iqbal menumbuhkan nasionalisme India, terutama di kalangan muslim. Iqbal memperjuangkan negara Islam Pakistan yang terpisah dari India dan merdeka dari Inggris, karena umat Islam perlu mempunyai negara sendiri untuk mengurus kesejahteraan umat Islam.

BACA JUGA  Paradoks Kebijakan Pembatasan Kadar Nikotin: Tangan Kanan Membangun, Tangan Kiri Meruntuhkan

Pakistan merdeka pada 1947, tetapi Iqbal sudah terlebih dahulu meninggal pada 1938 sehingga tidak bisa melihat negara Pakistan medeka sebagaimana yang diperjuangkannya. Sedangkan Mahatma Gandhi meninggal pada 1948 hanya setahun setelah India merdeka. Gandhi ditembak mati oleh seorang ekstremis Hindu yang menganggap Gandi terlalu lunak menghadapi pemisahan Pakistan.

Iqbal memperjuangkan negara muslim yang berdiri di atas pondasi peradaban Islam dan memadukannya dengan sistem demokrasi Barat modern. Mahatma Gandhi seorang penganut Hindu yang sangat toleran bisa memahami dan menerima pemikiran Iqbal.

Tetapi, di antara mereka muncul orang-orang nasionalis fanatik yang tidak mengenal toleransi. Indonesia bisa belajar banyak dari India. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.