Filsuf yang Gagal
Dan terlepas dari itu semua, George Soros telah gagal mewujudkan cita-citanya menyejajarkan bersama para filsuf (Paradigma Baru Pasar Finansial (2008)). Sayangnya, ia hanya bisa mengembangkan dan mengaplikasi, konsep Open Society Karl Popper. Ini karena berfilsafat adalah mencipta konsep (baca: Deleuze). Seperti halnya Popper yang mencipta open society ataupun seperti halnya Adam Smith yang mengonstruk kapitalisme, Marx yang menghajar Adam Smith dengan Komunisme.
Namun memang filsuf dengan spekulator itu serupa. Berfilsafat memang berspekulasi. Berfilsafat itu berspekulasi dengan mengonstruk, apa yang Heidegger sebut lebenswelt, gambaran dunia yang mengorelasikan segala sesuatu. Soros hanya bisa berspekulasi untuk mengendalikan kapital. Maka, jadilah ia sepekulator pasar finansial, hingga masa tuanya. Namun, aksi-aksi spekulatifnya dalam mengejar open society akan bisa ditularkan untuk generasi mendatang.(*)
Biodoata Soros:
George Soros adalah seorang kapitalis radikal, pelaku bisnis keuangan dan ekonomi, penanam modal saham, dan aktivis politik yang berkebangsaan Amerika Serikat. George Soros adalah seorang keturunan etnis Yahudi. Wikipedia
Kelahiran: 12 Agustus 1930 (usia 91 tahun), Budapest, Hongaria
Kekayaan bersih: 8,6 miliar USD (2022) Forbes
Pasangan: Tamiko Bolton (m. 2013), Susan Weber Soros (m. 1983–2005), Annaliese Witschak (m. 1960–1983)
Anak: Alexander Soros, Andrea Soros, Gregory Soros, Jonathan Soros, Robert Soros
Orang tua: Tivadar Soros, Elizabeth Soros
Saudara kandung: Paul Soros
Penulis/Editor: Kumara Adji Kusuma, adalah manajer kempalan.com dandosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan Pengelola Lazismu

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi