Amerika Dan Kehancuran Peradaban
Soros menilai, Amerika Serikat sejak terpilihnya Presiden George W. Bush, yang mengarahkan AS keluar dari Open Society menuju Closed Society dan menjadi negara dengan masyarakat-merasa-hebat (feel good society). Awalnya, sekitar satu-dua dekade lalu, Soros berharap Amerika jadi negara model Open Society.
Namun kini, sebagai negara adidaya dan adikuasa, sungguh ironis bahwa Amerika tidak mengerti konsep “Open Society” dan tidak paham benar prinsip-prinsip tersebut. Soros menyebut Presiden AS George Bush sebagai boneka dari sekelompok politisi. Mereka mengontrol pemerintahan secara absolut. Karena itu eksekutif menjadi sangat bekuasa dengan melemahkan kongres dan bahkan melemahkan peradilan.
Hal itu berbahaya, tetapi masyarakat AS tak cukup resisten terhadap realita itu. Buktinya Bush masih terpilih sebagai presiden. Ini karena masyarakat terlalu nyaman, dengan teknologi dan merasa sudah mencapai pengetahuan tertinggi sehingga menjadi feel good society. Mereka tidak ingin menghadapi realita yang tidak menyenangkan, sehingga mengakibatkan malas mencari informasi, sedangkan media AS dikendalikan oleh pasar yang kebutuhannya hanya hiburan.
Perang di Iraq mulai disadari sebagai sebuah kesalahan oleh sebagian masyarakat AS, tetapi belum menyadari bahwa gagasan Bush tentang perang melawan terror (war on terror) adalah kesalahan telak. Tindakan militer itu justru membunuh banyak masyarkat sipil yang tak berdosa dan malah menyuburkan terorisme di seluruh dunia.
Sebagai kekuatan dominan di dunia, AS memiliki tangung jawab khusus melindungi kepentingan kemanusiaan. Belum ada negara lain yang bisa menggantikan AS dalam beberapa waktu ke depan. Jika Amerika Serikat gagal menyuguhkan kepemimpinan yang tepat, Soros menandaskan, bahwa peradaban kita akan hancur dengan sendirinya. Itulah realitas tidak mengenakkan yang akan kita hadapi.
Soros juga bercerita tentang krisis energi global yang melanda dunia. Kemampuan manusia atas alam meningkat secara kumulatif sementara kemampuan untuk mengatur dirnya sendiri tidak mampu mengimbanginya. Dan Amerika Serikat kini diambang batas. Tinggal bagaimana Barack Obama bersama timnya, kembali mewujudkan mengembalikan open society seperti yang diancangkan Karl Popper.
Next: Filsuf yang Gagal

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi