Senin, 25 Mei 2026, pukul : 03:20 WIB
Surabaya
--°C

Filsuf yang Gagal, Spekulan Sampai Mati

KEMAPALAN: Dalam What is Philosophy?, filsuf Prancis Gilles Deleuze mengungkapkan “orang berfilsafat pada masa tuanya; orang akan berfilsafat pada momen keresahan yang sunyi, di tengah malam, ketika tidak ada lagi sesuatu untuk ditanyakan. Ia pun membuat konsep.” Namun, George Soros tidak punya konsep itu. Alih-alih, ia memilih menjadi aktivis-spekulator.

– – – – –

Sosok yang satu ini mungkin sudah tak asing bagi kebanyakan orang. Dia dianggap sebagai salah satu sosok miliarder dan investor paling powerful di dunia, George Soros punya kiprah panjang dalam mempengaruhi kondisi ekonomi di banyak negara berbekal statusnya di bidang hedge fund.

Hedge fund itu sendiri secara umum adalah pengelolaan investasi kolektif global bagi nasabah kelas atas. Pengelola investasi itu akan mendapatkan biaya imbal jasa atas investasi yang dikelolanya berbasiskan kinerja. Soros dituduh terlibat dalam banyak krisis, termasuk yang terjadi di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain pada tahun 1998 lalu. Bahkan di Thailand ia dicap sebagai “economic war criminal”.

BACA JUGA  Sengkarut Dunia Pendidikan Indonesia

Terlepas dari hal-hal tersebut, isu-isu dan konspirasi di seputaran Soros memang cukup banyak. Sekalipun ia disebut menggunakan kekayaannya untuk kepentingan sosial-politik, pendidikan dan sains, serta filantropi, namun tidak sedikit yang menganggap sosoknya menjadi “pengontrol” banyak negara dan pemerintah, serta terlibat dalam mendukung aksi-aksi kelompok kiri ekstrem seperti Antifa yang kerap dituduhkan oleh para politisi kanan konservatif di Amerika Serikat (AS).

Baru-baru ini, sosok berdarah Yahudi ini memberikan sebuah peringatan keras kepada Presiden China Xi Jinping. Ia menyebut bahwa saat ini posisi Xi sedang terancam akibat pandemi Covid-19 dan krisis properti. Hal ini disampaikan Soros dalam wawancara dengan Hoover Institution baru-baru ini (2/2/2022).

BACA JUGA  Labschool Unesa Kirim Delegasi ke NTCUST Taiwan, Cetak Jagoan AI dan Robotik Masa Depan

Virus corona sudah tidak lagi terkendali di China. Vaksin China dirancang untuk menangani varian Wuhan (asli), tetapi sekarang berjuang dengan varian lain. Selain itu, Soros menggarisbawahi China sedang menghadapi krisis ekonomi yang berpusat pada pasar real estatnya.

Kebijakan XI nol Covid dengan untuk melockdown satu daerah yang terpapar virus covid-19 menjadi boomerang karena mematikan perekonomian dalam negeri dan luar negerinya. Ini pun berdampak pada Industri properti sendiri merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Tirai Bambu dan krisis properti berarti sebuah malapetaka bagi negeri itu.

Next: Spekulan Abadi

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.